Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Gentong tempat cuci tangan di Kelurahan Pringgokusuman diletakkan di tempat yang mudah dijangkau warga. /Ist-dok
Harianjogja.com, JOGJA- Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat dengan semangat gotong-royong. Salah satu upaya ini dilakukan oleh Kelurahan Pringgokusuman dengan program Gentongisasi.
Lurah Pringgokusuman, Eni Purwati, menjelaskan dalam program ini, kelurahan didukung warga memfasilitasi tempat cuci tangan pakai sabun untuk di beberapa titik yang sering dijangkau warga. “Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan permukiman,” ujarnya, Selasa (15/9/2020).
Baca juga: Satu Lagi Positif, Total Sudah 11 Pedagang Malioboro Terinfeksi Corona
Fasilitas cuci tangan ini berupa gentong dilengkapi keran yang berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air bersih. Gentong didesain unik dengan ukiran tradisional dan setinggi badan orang dewasa sehingga selain mempercantik lokasi juga mudah digunakan.
Gentong yang dibagikan ke warga totalnya sebanyak 330 unit yang tersebar di seluruh wilayah Kelurahan Pringgokusuman, dengan pembagian setiap RW masing-masing mendapat sebanyak 15 unit. Sementara penyediaan sabun dilakukan swadaya oleh masyarakat.
Ia menuturkan gentong-gentong tersebut diletakkan di area public yang dapat diakses dengan mudah oleh warga, seperti di tepi gang, di depan pekarangan, dan lainnya. Penempatan gentong diserahkan kepada masing-masing Ketua RT atauy RW.
Baca juga: Langgar Protokol, Ratusan Orang Dipaksa Bersihkan Malioboro Hingga Kawasan Tugu
Keberadaan gentong tempat cuci tangan ini kata dia, sebagai persiapan warga Kelurahan Pringgokusuman dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru. “Perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Di samping itu, pihaknya juga terus mensosialisasikan protokol Kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pringgokusuman, dengan memakai masker jika keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin, menghindari kerumunan dan menjaga imun tubuh agar tidak mudah terserang virus.
Program gentongisasi ini menggunakan dana kelurahan yang berasal dari DAU tambahan yang pada saat rasionalisasi anggaran dialihakan pada penanganan Covid-19. Sementara teknis di lapangan, warga dilibatkan dalam program ini.
“Pemeliharaan seperti pengisian air diharapkan jerja sama masyarakat terutama yang rumahnya berdekatan dengan gentong. Penerapan adaptasi kebiasaan baru merupakan tanggungjawab bersama, agar warga Kelurahan Pringgokusuman tidak ada yang terpapar Covid-19,” katanya.
Hal ini senada dengan pesan dari Wakil Walikota Jogja, Heroe Perwadi, bahwa keberhasilan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 bergantung pada upaya semua pihak. “Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama, bahu-membahu untuk mengatasi masalah pandemi ini,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.