Terus Menggeliat, 50 Destinasi Wisata di Gunungkidul Telah Dibuka

Suasana talkshow Pariwisata Gaya Baru untuk Kebangkitan Ekonomi Gunungkidul yang berlagsung di Homestay The Mulyo di Kalurahan Karangrejek, Wonosari, Selasa (15/9/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
16 September 2020 04:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat hingga sekarang ada 50 destinasi wisata yang telah menjalani uji coba pembukaan. Didalam pembukaan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan agar di sekitar destinasi tidak menjadi lokasi penyebaran virus.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan di awal-awal pandemi corona, sektor pariwisata benar-benar terkena dampak. Pasalnya, seluruh destinasi wisata tutup sehingga tidak ada aktivitas sama sekali.

Baca juga: Langgar Protokol, Ratusan Orang Dipaksa Bersihkan Malioboro Hingga Kawasan Tugu

Menurut dia, keberlangsungan sektor pariwisata mulai menemukan titik terang dengan adanya kebijakan normal baru dari Pemerintah Pusat. Asti pun mengakui dengan mempersiapkan segala kebutuhan dan fasilitas agar destinasi wisata bisa dibuka.

“Pertama kita susuh SOP-nya terlebih dahulu, kemudian sarana prasarana pendukung. Selanjutnya dilakukan simulasi, setelah semuanya berhasil dan dinyatakan siap dilanjutkan uji coba,” katanya dalam acara talkshow, Pariwisata Gaya Baru untuk Kebangkitan Ekonomi Gunungkidul yang berlagsung di Homestay The Mulyo di Kalurahan Karangrejek, Wonosari, Selasa (15/9/2020).

Menurut dia, di awal uji coba hanya ada empat destinasi meliputi Pantai Baron dan Kukup, cave tubing Kalisuci serta Gunung Api Purba Nglanggeran. Namun demikian, seiring berjalannya waktu jumlah destinasi yang dibuka terus bertambah. Total hingga saat ini sudah ada 50 destinasi yang menjalani uji coba untuk menerima kunjungan wisatawan.

Baca juga: Hasil Survei BPS Sebut Dunia Usaha Beradaptasi saat Pandemi

“Di dalam pembukaan, protokol kesehatan akan diberlakukan dengan ketat sehingga pelaksanaan dapat aman serta tidak menjadi sumber penyebaran penyakit,” katanya.

Asti menambahkan, untuk penyiapan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan kepariwisataan di era baru telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar. “Ini untuk mendukung protokol kesehatan seperti penyediaan alat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan lain sebagainya,” katanya.

PLT Kepala Satpol PP Gunungkidul, Hery Sukaswadi mengatakan, pihaknya siap mendukung dalam upaya pelaksanaan sektor kepariwisataan di era baru. Menurut dia, upaya sosialisasi hingga operasi akan digencarkan guna memberikan edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Ada beberapa syarat saat akan kunjungan seperti wajib sehat, menggunakan masker hingga jaga jarak. Kita akan terus berupaya membantu dalam menjaga protokol kesehatan di area-area wisata di Gununkidul,” katanya.

Pemimpin Cabang BPD DIY Wonosari, Plati Soulistiyanti mengungkapkan, adanya pandemic corona membuat masyarakat harus melakukan inovasi agar bisa terus bertahan. Hal sama juga diakukan BPD terkait dengan penyebaran pandemic ini. “Kami kembangkan mobile banking dengan transaksi non tunai sehingga bisa lebih aman,” katanya.

Untuk pengembangan pariwisata di era baru, Plati juga menegaskan komitmennya dalam upaya kebangkitan ekonomi di Gunungkidul. Sebagai contoh, BPBD ikut berperan dalam pengembangan sektor UMKM di Gunungkidul melalui program-program yang dimiliki. “Untuk masa pandemi, kami juga memberikan bantuan melalui program CSR seperti bantuan alat pelindungan diri, masker di lokasi wisata,” katanya.