Kasus Covid-19 Meningkat, Sleman Temple Run 2020 Dibatalkan

Pelari melintasi kawasan Candi Plaosan di Desa Bugisan, Prambanan , Klaten, Jawa Tengah. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
16 September 2020 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, membatalkan ajang pariwisata Sleman Temple Run 2020 yang sedianya diselenggarakan Dinas Pariwisata pada 27 September 2020 dengan start dan finis di kawasan destinasi wisata Candi Banyunibo, Prambanan. Sebab, pandemi Covid-19 belum mereda.

"Sebenarnya kami disarankan oleh kepolisian untuk menunda event tersebut pada akhir Desember 2020, tetapi karena sudah dua kali penundaan, secara teknis tidak memungkinkan sehingga akhirnya kami batalkan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Rabu (16/9/2020).

BACA JUGA: Empat Anggota DPRD DIY Positif Corona! Gedung Dewan Ditutup

Menurut dia, sebelumnya ajang yang rencananya digelar pada Juli tersebut diundur pelaksanaannya pada September karena pandemi Covid-19.

"Namun karena pandemi belum mereda dan bersama dengan pelaksanaan kampanye pemilihan Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman dalam Pilkada Serentak 2020, oleh kepolisian disarankan untuk ditunda setelah pilkada pada Desember 2020. Kami menilai secara teknis ini tidak bisa dilaksanakan, sehingga pelaksanaan Sleman Temple Run kami putuskan dibatalkan," katanya.

Ia mengatakan saat ini kasus penyebaran Corona belum mereda dan setiap hari terjadi penambahan jumlah pasien Covid-19.

"Bahkan ada beberapa klaster baru penyebaran Covid-19 di Sleman. Untuk itu agar Sleman Temple Run tidak menjadi klaster baru, lebih baik dibatalkan," katanya.

BACA JUGA: Masih Operasi karena Kecelakaan Lift, Ketua DPRD DIY Ditinggal Istrinya Meninggal Dunia

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan sebenarnya ada usulan untuk tetap menyelenggarakan Sleman Temple Run secara virtual, namun karena cukup sulit sehingga kegiatan itu tetap dibatalkan.

"Karena event ini sifatnya lomba lari dengan melintasi sejumlah objek wisata candi, maka akan sulit dalam penjurian jika diselenggarakan secara virtual. Beda jika kegiatan sifatnya fun, maka bisa dilakukan secara virtual," katanya.

Ia mengatakan sebenarnya Sleman Tempel Run tahun ini sudah dipersiapkan dengan baik, termasuk protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Kami sudah berusaha sesuai protokol kesehatan yang ketat, namun karena peserta datang dari berbagai daerah dan sejumlah negara, memang cukup rawan bila tetap dilaksanakan," katanya.

Sudarningsih mengatakan panitia penyelenggara tetap akan memberikan medali, kaus, dan masker kepada seluruh peserta dengan dikirim ke alamat masing-masing.

"Ada sekitar 560 peserta yang telah mendaftarkan, untuk itu nanti semua akan dikirim medali, kaus, dan masker finisher," katanya.

Sumber : Antara