26 PKL di Jalan Jenderal Sudirman Jogja Bakal Digusur Demi Kawasan Pedestrian

Proyek pengerjaan penataan kawasan simpang Tugu dan penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman mulai dikerjakan-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
17 September 2020 19:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman menuju Tugu Jogja bakal digusur.

Penggusuran merupakan imbas dibangunnya pedestriand i kawasan tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Hari Setyawacana mengatakan proyek penataan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman pengerjaannya terintegrasi atau saling berkaitan dengan proyek penataan simpang Tugu.

Dijelaskan Hari pada Kamis (17/9) jika dua pihak ketiga telah dipertemukan. Pengerjaan proyek penataan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman dan penataan kawasan simpang Tugu diawali dari sebelah utara. Sehingga rekayasa arus lalu lintas dapat dilakukan di satu titik yang sama.

Berbeda dari penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman tahap pertama yang lebih condong pada konsep perpaduan sumbu filosofis dan cagar budaya, pada segmen Gondolayu-Tugu ini cenderung akan menggunakan konsep sumbu filosofis.

Meski dari segi teknis pengerjaannya tidak jauh berbeda dengan penataan tahap pertama, namun pada segmen Gondolayu-Tugu memiliki desain bollard yang lebih banyak. Sementara itu penataan simpang Tugu berfokus pada penataan kabel yang sebelumnya bergelantungan di atas dan merusak estetika akan dipindahkan ke dalam tanah. Adapun panjang radius penataan kabel masing-masing 100 meter dari simpang Tugu.

Dua proyek fisik di seputaran Tugu Jogja jelas berdampak bagi pengusaha, tak terkecuali PKL yang berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Camat Jetis, Sumargandi menyebutkan sosialisasi proyek kepada PKL telah dilakukan. "Kemarin kami sudah sosialisasi dengan DPUPKP, kami sudah mengundang perwakilan PKL dan ada yang sekitar sana pelaku usaha," tuturnya. Bahkan Gandi mengatakan sosialisasi juga pernah dilakukan sebelum adanya pandemi.

BACA JUGA: Bidang Tanah Terdampak Tol Jogja-Bawen di Tempel Bertambah

"Ini kemarin kita juga sudah kordinasi dengan Disperindag kaitannya PKL nanti," ungkapnya.

Hasilnya setelah selesai proyek, PKL tidak boleh berjualan kembali di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman. Namun dikatakan Gandi, pelaksana proyek tidak terganggu adanya PKL selam proses pengerjaan. "Kemarin kami kordinasi dengan pelaksananya, dari pelaksana selama tidak terganggu baik dua-duanya dipersilakan untuk berjualan, fleksibel nanti menyesuaikan," jelasnya.

"Nanti kita salurkan ke pasar Pingit, tapi mungkin ada PKL yang mau nyewa tempat lain, monggo," imbuhnya.

Pihaknya kini juga masih melakukan koordinasi kembali, dengan PKL dan Disperindag Kota Jogja. Gandi mengatakan Pasar Pingit dipilih karena di Pasar Kranggan saat ini sudah penuh.

Lokasi relokasi PKL menyesuaikan kondisi di Pasar Pingit. "Ada beberapa yang kosong kita masukkan, diutamakan yang benar-benar dulu pernah berizin," tegasnya.

Menurut catatan Gandi ada 26 PKL yang berjualan baik siang dan malam. Bahkan ada beberapa PKL yang dobel orangnya, satu orang punya tiga usaha."Semuanya sekitar 26 PKL baik sisi kiri dan kanan," tutru dia. Dari 26 PKL, baru lima PKL yang terhimpun dalam paguyuban yang rencananya akan dimasukkan prioritas utama untuk menempati tempat baru.