Advertisement

Biasa Jadi Umpatan, 'Sontoloyo' dan 'Bajingan' Justru Punya Arti Mulia di Jogja

Bernadheta Dian Saraswati
Selasa, 22 September 2020 - 14:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Biasa Jadi Umpatan, 'Sontoloyo' dan 'Bajingan' Justru Punya Arti Mulia di Jogja Festival Gerobak Sapi yang digelar di Lapangan Pokoh, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sabtu (20/10 - 2018).Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Perasaan emosi terkadang membuat seseorang tidak bisa mengendalikan diri dalam berbicara. Kata umpatan kasar pun bisa jadi muncul.

Di Indonesia, ada banyak kata umpatan yang bisa membuat orang lain sakit hati. Namun, siapa sangka jika beberapa kata umpatan ada yang memiliki arti mulia dalam Bahasa Jawa.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sontoloyo dan bajingan. Sekilas, jika dua kata itu dilayangkan untuk kita, kita bisa sakit hati dan balik marah kepada orang itu. Namun dalam Bahasa Jawa, dua kata itu merupakan sebutan sebuah profesi yang sangat mulia.

Dikutip dari Instagram Paniradya Kaistimewaan @paniradyakaistimewaan, di Pulau Jawa khususnya di Jogja dan Jawa Tengah, sontoloyo adalah sebutan bagi pengembala Itik atau bebek atau disebut juga tukang angon.

Baca Juga: Meski Pandemi Jasa Perawatan Kuku Tetap Diminati

"Seorang sontoloyo biasanya menggembala beratus ekor bebek dengan cara berpindah mengikuti musim panen padi di daerah pesawahan untuk menggembalakan bebeknya," tulis @paniradyakaistimewaan.

Lalu bajingan. Eits, ingat, bukan dengan nada mengumpat ya. Bajingan merupakan sebutan untuk profesi pengendali atau pengemudi gerobak sapi.

"Zaman dahulu kendaraan rakyat untuk mengangkut hasil bumi umumnya mengunakan gerobak atau pedati yang ditarik oleh sapi yang ada khususnya di Pulau Jawa. Seseorang yang menjadi pengendali gerobak sapi dinamakan bajingan," tulis @paniradyakaistimewaan.

Jasa para bajingan dahulu juga digunakan oleh para kepala daerah seperti lurah, bekel atau bupati untuk mengangkut pajak hasil bumi.

Warganet memberikan beragam komentar terhadap unggahan seputar arane pakaryan atau sebutan profesi itu. Beberapa menyayangkan profesi mulia itu sebagai kata umpatan kasar.

Baca Juga: Ten2Five Bangun dari Tidur, Rilis Ya Sudahlah Versi Ceria

"Ananging sakmeniko sampun dados ukoro ingkang mboten sae [tetapi sekarang sudah menjadi kata yang tidak baik]," tulis @azep_zoe.

"Saya baru tahu itu, tp knapa skrang jd lain ya artinya?" tulis @shastutis123.

"BAJINGAN = Bagusing jiwo angen-angening pangeran," tulis @omahwetanyk.

Sejak diunggahlima hari yang lalu, unggahan tentang arane pakaryan bajingan itu disukai oleh 736 akun Instagram. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Instagram

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement