Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ketua Dekranasda sekaligus bakal calon Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (tengah) mengunjungi Kelompok Jamu Gendong Bima Sejahtera di Dusun Gesikan, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Sleman pada Senin (22/9/2020)-Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN-- Minuman jamu sejak awal pandemi Covid-19 menjadi produk yang marak dicari oleh masyarakat karena dipercaya dapat mencegah Covid-19. Hingga kini, olahannya masih menjadi pilihan bagi masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam kunjungannya di Kelompok Jamu Gendong Bima Sejahtera di Dusun Gesikan, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Sleman pada Selasa (22/9/2020) turut berharap sentra jamu di Sleman dapat memenuhi permintaan masyarakat terhadap olahan jamu saat pandemi ini.
"Untuk menjaga imunitas tubuh, kita perlu mengonsumsi jamu. Di Sleman banyak sentra jamu salah satunya di Gesikan ini, kita perlu membeli pada penjual di Sleman supaya usaha mereka turut berjalan," kata Kustini.
Dalam kunjungannya ke sentra ini, Kustini tak lupa memberikan saran supaya para penjual jamu gendong memperhatikan higienitas jamu termasuk soal pemakaian gelas yang biasanya digunakan berulang. "Saat pandemi ini kita harus lebih waspada terhadap penularan virus. Biasanya jamu gendong ini menggunakan gelas yang dipakai bersama, saya sarankan supaya pakai gelas plastik yang sekali pakai saja supaya mencegah penularan virus," imbuhnya.
Bakal calon bupati Sleman ini juga berharap generasi muda memiliki minat untuk melanjutkan produksi jamu di sentra ini. Menurutnya, kalangan sepuh bisa memproduksi jamu dari rumah, kemudian generasi muda bisa mendistribusikannya ke lokasi lain. Terlebih di era kemajuan teknologi seperti saat ini, pemasaran via daring perlu dijadikan pilihan.
"Dari Dekranasda Sleman juga ingin kerjasama dengan hotel-hotel di Sleman supaya nanti bisa memberikan welcome drink kepada tamu yaitu minuman jamu. Namun tentunya kita berharap Covid-19 melandai dulu supaya hotel bisa kembali banyak didatangi wisatawan," terang Kustini.
Sementara itu, Ketua Kelompok Jamu Gendong Bima Sejahtera, Sarjana menerangkan di kelompok ini terdiri dari 30 produsen jamu gendong. Menurutnya, regenerasi di sentra ini sudah berjalan, sebab saat ini pelaku usaha di sentra ini sudah memasuki generasi keempat.
"Di sini anak-anak juga memang senang ikut ibunya jualan jamu. Bahkan pemuda itu juga beberapa sudah bekerja di perusahaan, lalu keluar untuk usaha jamu," kata dia.
Sarjana menambahkan pihaknya sudah mempertimbangkan penggunaan kemasan jamu yang dapat mencegah penularan virus seperti kemasan sekali pakai. "Kalau ada agenda di dinas itu kami pakai botolan, bukan gelas yang pakai gantian. Kami sudah branding itu, sebab kasus Covid-19 di Sleman masih tinggi," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.