PDIP Gelar Doa Bersama untuk Pemenangan Babe di Pilkada Gunungkidul

Doa untuk kemenangan pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi dalam Pilkada Gunumgkidul di Kantor DPC PDI Perjuangan, Wonosari, Kamis (24/9/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
24 September 2020 17:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setelah pengundian nomor urut calon kepala daerah Gunungkidul, PDI Perjuangan langsung menggelar doa bersama di Kantor DPC di Jalan Ksatriyan, Kepek, Kapanewon Wonosari, Kamis (24/9/2020). Partai ini pun siap memenangkan pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (Babe).

Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memenangi pilkada. Doa ini diikuti oleh seluruh pengurus di struktural partai serta kader dan sukarelawan. “Target menang dan pasangan Babe bisa dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul yang baru,” kata Endah seusai menggelar doa bersama.

Menurut dia, PDIP solid memenangkan pasangan Babe. Partai akan mendukung penuh upaya pemenangan dengan melibatkan kader, simpatisan, sukarelawan hingga pengurus agar bersatu, bahu membahu merebut hati masyarakat agar memilih pasangan yang diusungnya. “Kami solid dan akan bekerja keras dalam pemenangan,” katanya.

Endah menuturkan pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk menang. Meski demikian, ia tidak membeberkan secara spesifik strategi apa yang dijalankan. Dia menuturkan akan terus mengenalkan pasangan calon ke masyarakat. “Seluruh elemen partai akan dikerahkan dari pengurus hingga kader dan relawan yang ada di tingkat RT. Ini penting karena menjadi salah satu faktor dalam pemenangan,” katanya.

Ketua DPRD Gunungkidul ini memastikan partainya akan mengikuti kaidah dan aturan main yang telah ditetapkan oleh KPU dalam kampanye. Salah satunya akan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada saat kampanye serta akan mengundan peserta sesuai dengan ketentuan.

“Kami akan patuhi apa yang telah diputuskan KPU dalam kampanye,” katanya.

Endah menuturkan salah satu ketaatan PDI Perjuangan terhadap aturan KPU bisa dilihat dalam proses pengundian nomor urut. Ia sebagai ketua partai rela pulang dari acara pengundian karena KPU memutuskan bahwa hanya pasangan calon dan tim penghubung yang boleh hadir di acara tersebut.

“Awalnya saya hadir karena memang sudah ada undangan. Tapi, berhubung ada aturan baru yang tidak boleh menghadirkan selain peserta dan tim penghubung, maka kami memilih pulang dan mengikuti aturan yang ditetapkan,” katanya.