Advertisement
Hasil Pantauan Forpi Jogja: Toko Modern Masih Ngeyel tapi Kesannya Ada Pembiaran

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja kembali melakukan pemantauan terkait jam operasional toko-toko modern berjejaring yang melanggar jam buka di masa tanggap darurat penanganan Covid-19, Jumat (25/9/2020).
Forpi Kota Jogja meminta Pemerintah Kota Jogja dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja beserta dinas terkait untuk lebih serius dan tegas dalam melakukan penindakan bagi toko modern yang melanggar aturan. Seperti yang tertuang dalam Surat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja Nomor 510/2828/2020 tertanggal 21 September 2020 tentang pengaturan usaha minimarket yang ditujukan kepada manajemen/pengelola usaha minimarket di wilayah kota Jogja.
Advertisement
Pada poin kedua surat tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Jogja meminta agar mentaati jam operasional usaha mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB. "Namun, dari hasil pemantauan yang dilakukan Forpi Kota Jogja, ada toko modern berjejaring atau mini market di jalan AM Sangaji yang buka lebih awal jam operasionalnya. Hal ini jelas melanggar aturan yang ada," kata Baharuddin Kamba selaku anggota Forpi Kota Jogja, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat siang..
Baca Juga: Mengenang Kebersamaan dengan Angel Lelga, Ini yang Dirasakan Vicky
Kamba mengatakan, dalam surat tersebut sudah jelas diatur yakni jam operasional toko minimarket yakni pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB.
Dari hasil pemantauan di beberapa titik jalan di Kota Jogja, masih ditemukan pelanggaran. Misalnya, di jalan AM Sangaji, masih ada temukan pelanggaran jam operasional yang dilanggar karena buka lebih awal meskipun pintu toko dibuka sedikit dan ada stiker bertuliskan terkait dengan kebijakan pemerintah kota Yogyakarta toko modern tersebut buka mulai pukul 10.0 WIB hingga pukul 21.30 WIB.
"Tetap ngeyel tapi kesannya apa pembiaran yang luar biasa karena pengawasan serta penindakan yang masih lemah. Sungguh modus licik yang melanggar aturan demi meraup konsumen yang banyak," ungkapnya.
Baca Juga: Selain Menghibur, Bermain Games Juga Memiliki Manfaat
Guna menjaga marwah integritas dan penegakan hukum, Forpi Kota Jogja mendorong Sat Pol PP Kota Jogja beserta dinas terkait untuk melakukan tindakan tegas terhadap toko-toko modern, swalayan dan minimarket yang melanggar aturan tanpa tebang pilih.
"Jika Satpol PP beralasan hanya berwenang menindak reklame, ya dibuka saja ke publik data terkait reklame toko modern atau swalayan di Kota Jogja yang tidak berizin," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Respons KDM Terkait Mantan Pejabat Bank BJB Terlibat Korupsi Sritex
Advertisement

Berikut Sejumlah Destinasi Wisata Berbasis Pedesaan di Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Batas Akhir 31 Juli, Capaian PBB P2 di Sleman Baru 42 Persen dari Target Rp80 Miliar
- Dispensasi Perkawinan Masih Ditemukan di Kulonprogo, PA Wates Beberkan Alasannya
- Top Ten News Harianjogja.com, Kamis 22 Mei 2025: Kebakaran Pabrik Garmen, Hasil Tottenham vs MU, hingga Kasus Korupsi di Sritex
- Sistem Sewa di Pasar Gunungkidul Dihapus, Dinas Perdagangan Pilih Tarik Rertibusi Harian
- Jalur Pansela DIY Segera Tersambung Penuh
Advertisement