Lulus P2K, Maba UAD Diberi Bantuan Kuota Internet

Tangkapan layar Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD Choirul Fajri saat memberikan sambutan dalam P2K tahap kedua. - Youtube
29 September 2020 09:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Program Pengenalan Kampus (PPK) tahap kedua mulai Senin (28/9/2020) yang diikuti sebanyak 1.892 mahasiswa baru (maba). Sebanyak 4.007 maba yang mengikuti P2K tahap pertama dinyatakan lulus dan diberikan bantuan kuota internet untuk mendukung kuliah online.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Choirul Fajri menjelaskan P2K tahap pertama telah berlangsung 14-18 September dan tercatat 4.007 mahasiswa dinyatakan lulus dalam program itu, sedangkan 475 maba diberikan tugas tambahan sebagai syarat kelulusan P2K.

BACA JUGA : TPM Teknik Kimia UAD Gelar Pelatihan Teknologi Terapan

Tema sebagai mahasiswa harus mempunyai spirit untuk bisa berkopetisi dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Prestasi bidang kemahasiswaan peringkat 19 seluruh PT di Indonesia. Di tahun berikutnya bisa ditingkatkan, perlu kerja sama semua pihak terutama semangat maba

“P2K tahap pertama telah selesai dilakukan melakukan yudisium kelulusan didapatkan data 4.007 mahasiswa kami nyatakan lulus dan berhak kami berikan bantuan kuota internet senilai Rp100.000,” ungkapnya dalam pembukaan P2K UAD tahap kedua melalui Youtube UAD sebagaimana dikutip Harianjogja.com, Selasa (29/9/2020).

Choril Fajri menambahkan sebanyak 175 maba lainnya diwajibkan mengikuti P2K tahap kedua dan ditambah ada maba yang baru melakukan registrasi sehingga total ada 1.892 maba sebagai peserta P2K tahap kedua. Melalui saluran daring itu ia memberikan semangat kepada para maba agar tetap memiliki semangat yang tinggi untuk meningkatkan prestasi, di mana saat ini berada di peringkat 19 nasional prestasi kemahasiswaan.

BACA JUGA : Jabat Rektor UAD, Ini Langkah Strategis yang Dilakukan

“Saat ini korporasi besar di dunia dipimpin oleh mereka berusia muda mulai dari 20, hal itu menjadi prestasi membanggakan, generasi muda berkontribusi menuju perubahan membangun Indonesia,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UAD Gatot Sugiharto mengatakan di era saat ini mahasiswa harus memiliki kompetensi yang luas agar saat lulus bisa menyesuaikan dengan segala kondisi. Sehingga arah pengembangan maba ke depan dengan memfasilitasi secara maksimal termasuk dalam merealisasikan program kampus merdeka.

“P2K ini menjadi prasyarat ketika akan mengajukan beasiswa, menmpuh KKN, skripsi bahkan paling penting dibutuhkan mahasiswa. Tahun kedua selain di bidang akademik ada proses non akademik sehingga bisa bergabung dalam kegiatan berbagai organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.