Jadi Shelter Cadangan, Rusunawa Gemawang Diaktifkan Besok

Ilustrasi. - Freepik
30 September 2020 17:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Setelah dilakukan sosialisasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman beserta Pemerintah Kecamatan Mlati terkait rencana penggunaan kembali Rusunawa Gemawang sebagai fasilitas darurat Covid-19 di Sleman, akhirnya warga sekitar menerima rencana tersebut. Rusun ini pun akan aktif menjadi shelter cadangan mulai 1 Oktober besok.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar pada Selasa (29/9/2020) malam dan warga menerima rencana itu. "Semalam, pada prinsipnya warga tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan," kata Joko kepada wartawan pada Rabu (30/9/2020).

Joko menerangkan rusun yang terletak di Dusun Gemawang, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman ini difungsikan sebagai shelter cadangan untuk menampung orang tanpa gejala (OTG). Sebab, saat ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman masih mengutamakan penggunaan faskes darurat di Asrama Haji Sleman.

Nantinya, jika faskes darurat utama ini telah memenuhi 90% dari kapasitasnya, maka pasien OTG akan ditempatkan ke Rusunawa Gemawang. Per hari Rabu ini, Asrama Haji Sleman dihuni oleh 69 OTG positif dari kapasitas totalnya yang berjumlah 138 kamar.

"Rusunawa [Gemawang] untuk mengkaver, cadangan. Dipakai kalau Asrama Haji 90% nanti terpenuhi. Secara operasional, rusun ini 1 Oktober besok siap sewaktu-waktu ada pasien masuk," terang Joko.

Sementara ini, tenaga kesehatan di rusun ini juga masih merangkap dari tenaga kesehatan Asrama Haji Sleman. Sekaligus diperkuat dari tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di Sleman.

Terpisah, Kepala Dusun Gemawang, Ahmad Syafii menegaskan jika warga sekitar Rusunawa Gemawang sudah menerima rencana penggunaan rusun ini menjadi shelter OTG. Sebab, beberapa waktu lalu rusun ini juga pernah difungsikan sebagai shelter selama April-Mei 2020.

"Ini kan sudah pernah dipakai, karena ada jeda tidak dipakai sedikit lama jadi dilakukan sosialisasi lagi. Para warga menerima dan tidak ada masalah, yang penting warga disosialisasi," ujar Ahmad.

Menurutnya, lokasi rusun ini dengan rumah warga agak jauh lantaran terletak di antara dua RT. Dari warga juga tidak ada permintaan khusus terkait penggunaan kembali rusun ini menjadi shelter OTG, selama warga diberikan sosialisasi rencana penggunaannya.