Advertisement
KPU Bantul: Alat Peraga Kampanye Harus Memperhartikan Keamanan & Keindahan
Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul akan menyiapkan alat peraga kampanye (APK) bagi kedua pasangan calon (paslon) yang bertarung pada Pilkada, 9 Desember mendatang.
Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho, mengatakan lima baliho disiapkan untuk tingkat kabupaten. KPU juga menyediakan dua spanduk per desa.
Advertisement
“Selain itu KPU juga menayangkan kampanye pasangan calon dalam bentuk videotron selama 60 hari di masa kampanye,” kata Didik, Jumat (2/10/2020).
KPU juga memberikan kesempatan kepada paslon untuk mencetak APK paling banyak 200% dari jumlah yang difasilitasi oleh KPU.
“Dalam pemasangan alat peraga kampanye, yang perlu diperhatikan adalah estetika, etika, keindahan serta keamanan,” harap Didik.
BACA JUGA: Warung Mi Ayam di Bantul Ini Ramai dan Viral, Makan 5 Porsi Dapat Uang Rp100.000
Sementara, Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi dan SDM KPU Bantul, Musnif Istiqomah, menambahkan metode kampanye selain pertemuan terbatas adalah pemasangan alat peraga kampanye dan bahan kampanye serta debat publik dan penayangan iklan kampanye di media cetak serta elektronik.
“Debat publik akan dilaksanakan selama tiga kali dengan urutan debat untuk calon wakil bupati, debat untuk calon bupati dan terakhir debat untuk pasangan calon,” katanya.
Sementara, penyebaran bahan kampanye, sesuai dengan Peraturan KPU No.10.2020, menggunakan peralatan pencegahan Covid-19 seperti masker, sarung tangan, pelindung wajah (face shield), dan cairan antiseptic berbahan alkohol.
“Bahan kampanye yang akan dibagikan oleh pasangan calon atau tim kampanye ini apabila dikonversikan dalam rupiah maksimal seharga Rp60.000,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Diduga Lalai Saat Memasak, Rumah di Argorejo Ludes Terbakar
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
- Malam Hari Jadi Andalan, Girder Tol Jogja Solo Dipasang Lagi
Advertisement
Advertisement








