9 WNI Ditahan Israel, Menlu Sugiono Minta Bantuan Yordania-Turki-Mesir
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Kecelakaan lalu lintas maut di Jalan Magelang Sabtu (/10/2020) pagi yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia mendadak ramai diperbincangkan pengguna internet.
Video kecelakaan yang tepatnya terjadi di titik KM 7,8, Mlati, Sleman, tersebut tersebar di media sosial.
Pemilik akun Twitter @upil_jaran67 mengunggah beberapa video yang merekam suasana Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan maut ini.
Dalam video yang diunggahnya, terlihat jalan Magelang yang tak lagi dilewati kendaraan. Pasalnya, kecelakaan maut ini tentu saja membuat jalan tersebut ditutup sementara.
Di sana, tampak banyak warga yang menyaksikan proses evakuasi korban kecelaan. Beberapa petugas kepolisian dan tim medis juga sudah terjun ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Kabar Potensi Tsunami Besar Bikin Pengunjung Warung Pantai Depok Bantul Berkurang Drastis
Angle video merekam ke berbagai arah. Terlihat dua mobil yang sudah tak karuan lagi bentuknya. Mobil pertama bewarna hitam di tengah jalan. Sementara satu lagi mobil merah berada di pinggir trotoar.
Tak hanya mobilnya saja, terekam pula korban dari insiden lakalantas maut ini. Terlihat ada dua laki-laki berpakaian hitam yang terbujur kaku di jalanan. Tak jauh dari mobil bewarna merah.
Ada pula satu korban yang terkapar tak jauh dari trotoar. Ia sudah ditutup dengan penutup seadanya agar tidak dilihat oleh banyak orang di sana.
Video unggahan @upil_jaran67 yang merekam suasana TKP kecelakaan maut di Jalan Magelang Sleman mendadak viral. Hingga artikel ini dibuat, video tersebut telah ditayangkan lebih dari 27.000 kali.
#lakalantas di Jl.magelang km 7, hati-hati sedulur semua. pic.twitter.com/gVTg1wdqqL
— ?????? ???? ? (@upil_jaran67) October 3, 2020
Kronologi Kecelakaan
Dua kendaraan roda empat bertabrakan hingga kondisinya hancur di Jalan Magelang Km 7,8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020).
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanta mengungkapkan, insiden terjadi pada sekitar pukul 06.00 WIB, tak jauh dari pos polisi di utara lokasi kejadian. "Kecelakaan terjadi antara mobil Honda Mobilio dari arah utara dan Mitsubishi Xpander dari arah selatan," kata Hariyanta, dikutip dari SuaraJogja.id, Sabtu siang.
Ia pun menerangkan kronologi singkat kejadian yang menelan korban jiwa tersebut.
Baca Juga: Paslon Bupati di Gunungkidul Bakal Tiga Kali Beradu Argumentasi dalam Debat
Hariyanta mengatakan, Honda Mobilio dari arah utara saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. "Dia tiba-tiba melompati divider [separator pembatas jalan], masuk ke jalur yang dari selatan ke utara," jelasnya.
Saat itulah melintas Mitsubishi Xpander dari selatan ke utara dan sontak dihantam Honda Mobilio yang terlempar ke jalurnya.
Benturan keras antara kedua mobil tersebut lantas mengeluarkan suara kencang. Petugas yang berjaga di pos polisi dekat lokasi kejadian pun segera keluar dan memberikan pertolongan.
Dari tujuh orang yang berada di dalam Honda Mobilio, empat di antaranya tewas di tempat. "Yang selamat tiga orang, dan sekarang baru periksa di Rumah Sakit Murangan [RSUD SLeman]," kata Hariyanta.
Sementara itu, jenazah keempat korban meninggal masih berada di RS Bhayangkara. Di sisi lain, satu pengemudi Mitsubishi Xpander hanya mengalami luka lecet dan telah dilarikan ke RSA UGM.
Saat ini, kata Hariyanta, seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Sleman, dan penyidikan juga dilimpahkan ke Polres Sleman.
Proses evakuasi sendiri, termasuk penutupan arus, berlangsung selama sekitar dua jam sejak pukul 6 sampai 9 pagi tadi, dan kini telah normal kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.