Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Sarasehan yang berlangsung di Sumber Art Gallery, Jalan Kaliurang Km 5, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (3/10/2020).-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Guru Besar Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Profesor M Dwi Marianto menyatakan karya seni atau karya seorang seniman harus terus menerus dikomunikasikan kepada khalayak agar bisa mendapatkan apresiasi.
Dwi menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam sarasehan yang berlangsung di Sumber Art Gallery, Jalan Kaliurang Km 5, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (3/10/2020).
"Karya (seni) kalau tidak dikomunikasikan ibaratnya seperti file dalam hard disk. Ono tapi koyo ora ono," ujarnya.
Disinggung mengenai dunia kesenian di Sleman saat ini, Dwi menilai, kurangnya perhatian terhadap aspek manajerial membuat banyak seniman di Sleman kesulitan untuk mengkomunikasikan karyanya ke masyarakat. Namun, hal tersebut tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada seniman dan membutuhkan jalinan kerja sama dengan pihak lain.
BACA JUGA: Mobil Terbakar Hebat di Jakal, Beruntung Penumpang Sempat Selamatkan Diri
"Karena tugas utama seorang seniman adalah berkarya, atau menghasilkan karya seni," imbuhnya.
Menurut Dwi, untuk memajukan dunia kesenian di Sleman, yang sangat dibutuhkan adalah goodwill atau komitmen dari pemerintah daerah. "Yang pertama, pemerintah harus memetakan potensi dan simpul- simpul kesenian yang ada di wilayahnya," kata Dwi.
Selanjutnya, pemerintah harus duduk bersama dengan para seniman agar terjalin komunikasi yang baik untuk selanjutnya merancang pengembangan kesenian Sleman ke depan.
"Kalau hal tersebut sudah dilakukan, selanjutnya tinggal memikirkan hal- hal yang bersifat teknis. Seperti pembangunan fasilitas berkesenian, penyelenggaraan pameran atau festival, hingga pemasaran karya seni, dan sebisa mungkin melibatkan seniman dalam setiap proses tersebut," lanjutnya.
Dwi berharap, para seniman di Sleman bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, dengan dukungan yang memadai dari pemerintah daerah, para seniman lokal bisa naik kelas dan berkiprah di level nasional.
"Harapan saya, suatu hari Sleman bisa merancang dan membangun art space yang bagus, rutin menggelar event seni yang digarap dengan profesional," tandasnya.
Calon bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya (DWS) yang hadir di acara tersebut menyatakan pihaknya menyambut baik masukan dari Prof. Dwi, menurutnya, masukan tersebut merupakan hal yang sangat berharga.
Pada kesempatan tersebut DWS memaparkan visinya dalam membangun dunia seni di Sleman dengan melibatkan tiga komponen utama, yakni seniman, pemerintah daerah, dan investor.
"Kita harus duduk bersama agar bisa menemukan jalinan antar pihak. Dengan begitu, dunia seni di Sleman bisa berkembang," ujarnya.
Namun DWS mengingatkan, dalam pelaksanaanya dirinya tidak ingin antar pihak yang terlibat saling melakukan intervensi. Menurutnya, seniman harus memiliki kebebasan dalam berkreasi untuj menjaga kualitas karya seni yang dihasilkan.
"Tugas pemerintah daerah hanya sebagai fasilitator. Pun begitu ke investor jika ingin bantu memasarkan karya seni. Soal karya, sebisa mungkin kami tidak akan intervensi. Wilayah seni mutlak milik seniman," tandas DWS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
BTS menjadi grup pop pertama yang mencatat penjualan tiket kumulatif lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun.
LHKPN mencatat harta Listyo Sigit Rp15,34 miliar, Dedi Prasetyo Rp13,05 miliar, dan Fadil Imran Rp9,96 miliar.
Kebakaran supermarket bangunan di Berbah, Sleman, masih ditangani. Damkar kesulitan menembus basemen karena akses sempit dan barang mudah terbakar.
Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan unggul selisih gol dari Malaysia.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.