Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sarasehan yang berlangsung di Sumber Art Gallery, Jalan Kaliurang Km 5, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (3/10/2020).-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Guru Besar Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Profesor M Dwi Marianto menyatakan karya seni atau karya seorang seniman harus terus menerus dikomunikasikan kepada khalayak agar bisa mendapatkan apresiasi.
Dwi menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam sarasehan yang berlangsung di Sumber Art Gallery, Jalan Kaliurang Km 5, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (3/10/2020).
"Karya (seni) kalau tidak dikomunikasikan ibaratnya seperti file dalam hard disk. Ono tapi koyo ora ono," ujarnya.
Disinggung mengenai dunia kesenian di Sleman saat ini, Dwi menilai, kurangnya perhatian terhadap aspek manajerial membuat banyak seniman di Sleman kesulitan untuk mengkomunikasikan karyanya ke masyarakat. Namun, hal tersebut tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada seniman dan membutuhkan jalinan kerja sama dengan pihak lain.
BACA JUGA: Mobil Terbakar Hebat di Jakal, Beruntung Penumpang Sempat Selamatkan Diri
"Karena tugas utama seorang seniman adalah berkarya, atau menghasilkan karya seni," imbuhnya.
Menurut Dwi, untuk memajukan dunia kesenian di Sleman, yang sangat dibutuhkan adalah goodwill atau komitmen dari pemerintah daerah. "Yang pertama, pemerintah harus memetakan potensi dan simpul- simpul kesenian yang ada di wilayahnya," kata Dwi.
Selanjutnya, pemerintah harus duduk bersama dengan para seniman agar terjalin komunikasi yang baik untuk selanjutnya merancang pengembangan kesenian Sleman ke depan.
"Kalau hal tersebut sudah dilakukan, selanjutnya tinggal memikirkan hal- hal yang bersifat teknis. Seperti pembangunan fasilitas berkesenian, penyelenggaraan pameran atau festival, hingga pemasaran karya seni, dan sebisa mungkin melibatkan seniman dalam setiap proses tersebut," lanjutnya.
Dwi berharap, para seniman di Sleman bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, dengan dukungan yang memadai dari pemerintah daerah, para seniman lokal bisa naik kelas dan berkiprah di level nasional.
"Harapan saya, suatu hari Sleman bisa merancang dan membangun art space yang bagus, rutin menggelar event seni yang digarap dengan profesional," tandasnya.
Calon bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya (DWS) yang hadir di acara tersebut menyatakan pihaknya menyambut baik masukan dari Prof. Dwi, menurutnya, masukan tersebut merupakan hal yang sangat berharga.
Pada kesempatan tersebut DWS memaparkan visinya dalam membangun dunia seni di Sleman dengan melibatkan tiga komponen utama, yakni seniman, pemerintah daerah, dan investor.
"Kita harus duduk bersama agar bisa menemukan jalinan antar pihak. Dengan begitu, dunia seni di Sleman bisa berkembang," ujarnya.
Namun DWS mengingatkan, dalam pelaksanaanya dirinya tidak ingin antar pihak yang terlibat saling melakukan intervensi. Menurutnya, seniman harus memiliki kebebasan dalam berkreasi untuj menjaga kualitas karya seni yang dihasilkan.
"Tugas pemerintah daerah hanya sebagai fasilitator. Pun begitu ke investor jika ingin bantu memasarkan karya seni. Soal karya, sebisa mungkin kami tidak akan intervensi. Wilayah seni mutlak milik seniman," tandas DWS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Kemenhaj verifikasi ulang 400.000 data antrean haji yang berpotensi mengurangi daftar tunggu dan memangkas waktu keberangkatan.
Ratusan santri Ponpes Mambai'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan setelah menyantap MBG. Sampel makanan diperiksa di laboratorium.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.