Usut Tawuran yang Menyeret Nama PP & FJI, Polres Bantul Periksa Sejumlah Saksi

Ilustrasi - Freepik
05 Oktober 2020 13:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul mengusut bentrok di depan Kantor Polsek Kasihan yang menyeret nama Pemuda Pancasila (PP) dan Front Jihad Islam (FJI), Minggu (4/10/2020) sore. Polres Bantul menilai bentrokan itu akibat kesalahpahaman dan tidak terkait organisasi.

“Itu permasalahan dua individu saja, ada orang berselisih paham. Tapi kemudian mungkin ada temannya, akhirnya bersolidaritas,” kata Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, Senin (5/10/2020).

BACA JUGA: Mantan Pekerja Seks Ini Ungkap 3 Alasan Seorang Suami Berselingkuh

Wachyu mengatakan kericuhan tersebut murni karena masalah personal dan bukan antarkelompok organisasi masyarakat (ormas). Poloso kini mengusut kasus tersebut karena sudah ada laporan yang masuk di Polres Bantul.  Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

Jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan sekitar empat orang.  “Kemungkinan saksi akan nambah lagi,” ucap Wachyu.

Wachyu menyatakan kedua kelompok massa juga sudah membuat kesepakatan untuk tidak membawa nama ormas dalam kasus tersebut. Ia mengatakan dalam bentrokan tersebut terdapat satu orang yang terluka.

BACA JUGA: Novel Baswedan Curiga pada RUU Omnibus Law, Ini Dasarnya

Sementara, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Bantul,  Doni Bimo Saptoto, menyatakan anggotanya di Bantul tidak terlibat dalam bentrokan dengan massa dari FJI di depan Kantor Polsek Kasihan Bantul.

Namun Doni tidak menampik beberapa anggota Pemuda Pancasila asal Kota Jogja ada di depan Polsek Kasihan. Mereka menemani seserorang bernama Yusuf yang sedang menjalani mediasi dengan Aditya. 

Ia mengaku tidak mengetahui pasti awal persoalan sehingga pecah tawuran. Nama Doni disebut dalam pesan berisi kabar tentang tawuran FJI dan PP yang beredar luas di Whatsapp. “Tahu-tahunya nama saya muncul dan dikaitkan dengan bentrokan. Saya nyatakan tidak benar," kata Doni, melalui sambungan telepon,  Senin (5/10/2020)

BACA JUGA: Warganet Ramai-Ramai Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Doni menegaskan hubungan Pemuda Pancasila Bantul dengan FJI selama ini terjalin baik sehingga tidak mungkin bersitegang, apalagi bentrok. “Kami tidak ada masalah dengan FJI,” ucap Doni.  

Akibat kericuhan tersebut, Abdurrahman, Ketua FJI DIY, mengalami luka bacok di dahi. Kepada Harian Jogja, Abdurrahman mengatakan dia terluka dan sampai Senin (5/10/2020) siang ini masih dalam perawatan. “Saya masih dalam perawatan,  masih pusing,” ucapnya. 

Ia enggan menjelaskan lebih jauh kronologi bentrokan yang terjadi di depan kantor polisi tersebut. Sementara, dalam video yang beredar di media sosial, Abdurrahman mengaku diserang sekelompok orang hingga mengalami luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Jogja, bentrokan di Jalan Bibis-Padokan Lor itu buntut kasus penganiayaan. Sebelum kericuhan, ada mediasi salah satu anggota Pemuda Pancasila dan warga Tirtonirmolo, Kasihan, yang meminta bantuan Abdurrahman terkait dengan kasus penganiayaan. Dalam mediasi  tersebut kedua kelompok membawa massa sehingga terjadi bentrokan.