Hadirkan Kerumunan, Kegiatan Layang-Layang di Kulonprogo Dibubarkan

Ilustrasi - Pixabay
06 Oktober 2020 18:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROPGO—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kulonprogo bersama satuan tugas penanganan Covid-19 Kapanewon Galur membubarkan kerumunan yang bermain layang-layang di wilayah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Galur.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran, mengatakan pembubaran tersebut dilakukan dalam operasi patuh protokol kesehatan yang digelar dua hari berturut-turut pada Jumat-Sabtu (2-3/10/2020). Lokasi yang disasar berfokus di ruas JJLS wilayah Galur, karena di tempat itu didapati adanya kerumunan massa.

BACA JUGA: Masih Terjadi, Ini Modus Kebocoran Retribusi Masuk Pantai di Gunungkidul

"Dari pemantauan sebelumnya, para pegiat layang-layang  dan penonton banyak melanggar protokol kesehatan, terutama tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan berkerumun. Terlebih lagi dalam kerumunan tersebut, banyak bermunculan pedagang kreatif lapangan (PKL) yang menggelar dagangannya di sepanjang JJLS, sehingga harus ditertibkan," ucap Sumiran, Selasa (6/10/2020).

Patroli itu dilaksanakan dua kali dengan sistem shift. Shift pertama dimulai pada pukul 16.00-18.00 WIB oleh Satgas Covid-19. Dilanjutkan shift kedua pukul 18.00-21.30 WIB oleh Tim Gabungan Satpol PP, Kodim 0731 Kulonprogo, kepolisian dan Dinas Perhubungan Kulonprogo.

BACA JUGA: Wawancara Kursi Kosong, Najwa Shihab Dilaporkan ke Polisi oleh Relawan Jokowi

Pada hari pertama, Jumat, tim tersebut dibagi menjadi lima regu yang menempati posisi di simpang jalan  di wilayah JJLS. Di sana disinyalir adanya kelompok masyarakat yang akan menaikan layangan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Dalam kesempatan itu tim gabungan menegur tiga kelompok masyarakat yang akan menaikan layang-layang dan diminta untuk pulang. Sementara yang sudah menaikkan diminta untuk segera diturunkan supaya tidak mengundang kerumunan. "Dari pengamatan Tim, nampak beberapa pengunjung mulai berdatangan untuk melihat aksi pegiat layang-layang tersebut," ucap Sumiran.

Pada hari kedua, Sabtu, tim gabungan  menyisir jalur JJLS sambil melakukan pancar siar mobil keliling guna memberikan edukasi protokol kesehatan dan mengimbau para pegiat layang-layang untuk tidak menaikkan layangannya. Terhadap penonton yang berkerumun, tim gabungan memberikan edukasi tentang bahaya penyebaran Covid-19 di area terbuka dan berkerumun serta menghimbau supaya patuh protokol kesehatan 

BACA JUGA: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gedung Parlemen Akan Dilockdown

Sementara itu, kasus Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo masih terus bertambah. Terbaru Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan enam kasus baru, Selasa (6/10/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan enam kasus itu meliputi KP-184, perempuan, 46, asal Kapanewon Sentolo; KP-185, laki-laki, 55, Wates; KP-186, perempuan, 25, Wates; KP-187, perempuan, 18, Wates; KP-188, perempuan, 8, Wates dan KP-189, laki-laki, 6 bulan, Wates.

KP-184 terinfeksi dari KP-174. Sedangkan KP-185 sampai dengan KP-187 tertular oleh KP-177. Adapun untuk KP-188 dan KP-189 merupakan kontak erat KP-182. "Seluruh kasus ini menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing," ucap Baning.

Dalam kesempatan yang sama, Baning juga menyampaikan kesembuhan empat penderita. Dengan begitu total akumulasi penderita Covid-19 di Kulonprogo saat ini mencapai 189 kasus dengan rincian, 20 isolasi di rumah sakit, 42 isolasi mandiri, 122 sembuh dan lima meninggal dunia.

Kepada masyarakat Kulonprogo, Baning mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya virus Covid-19. Di samping ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.