OJK DIY Dorong Inklusi Keuangan dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Kepala OJK DIY, Parjiman menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Bulan Inklusi Keuangan DIY 2020 dengan tema Satukan Aksi Keuangan Inklusi untuk Indonesia Maju (Aksessku) dan Penyerahan Simbolisasi Tiga Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY, di Gedhong Pracimasana Hall Kompleks Kepatihan, Rabu (7/10/2020).-Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
07 Oktober 2020 19:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, bersama dengan Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus bersinergi mendorong inklusi keuangan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19.

Kepala OJK DIY, Parjiman mengungkapkan rasa apresiasi kepada Pemda DIY dan jajarannya, BPD DIY, Himbara, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY dan Kementerian Agama (Kemenag) DIY atas terselenggaranya acara Pembukaan Bulan Inklusi Keuangan DIY 2020 dengan tema Satukan Aksi Keuangan Inklusi untuk Indonesia Maju (Aksessku) dan Penyerahan Simbolisasi Tiga Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY.

Tiga program TPAKD DIY diantaranya program business matching melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian, program KEJAR (Satu Rekening, Satu Pelajar) serta program kredit/pembiayaan melawan rentenir melalui optimalisasi Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (Pede).

BACA JUGA: UU Cipta Kerja Hapus Cuti Panjang 2 Tahunan dan Libur 2 Hari dalam Sepekan

“Ini dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap produk dan atau layanan jasa keuangan serta dalam upaya untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan selain itu meningkatkan peran IJK sebagai wujud nyata dalam implementasi Perpres SNKI [Strategi Nasional Keuangan Inklusif] dan untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN],” ucap Parjiman, Rabu (7/10/2020).

Sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Terbatas SNKI tanggal Selasa (28/1), target inklusi keuangan pada 2024 dapat mencapai sebesar 90%, sehingga perlu adanya strategi literasi dan inklusi keuangan yang dapat mendorong masyarakat yang well literate dan financially inclusive yang pada akhirnya akan mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia.

Sebagai wujud nyata kontribusi OJK dalam implementasi Perpres SNKI serta dalam rangka mendorong PEN, kegiatan Bulan Inklusi Keuangan yang telah dilaksanakan sejak 2016, akan kembali diadakan secara terintegrasi, masif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia selama satu bulan yaitu mulai Kamis (1/10) - Sabtu (31/10). Kegiatan ini akan melibatkan Kementerian/ Lembaga terkait, LJK dari industri perbankan, pasar modal, perasuransian, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, LJK lainnya.

Bulan Inklusi Keuangan DIY 2020 dengan tema Satukan Aksi Keuangan Inklusi untuk Indonesia Maju (Aksessku) mengusung tagline utama Inklusi Keuangan Untuk Semua. Hal ini mengandung makna mengajak seluruh Industri Jasa Keuangan baik Bank, Non Bank dan Pasar Modal di Indonesia untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan Bulan Inklusi Keuangan ini. Di sisi lain membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat dan atau konsumen termasuk pelajar dan UMKM untuk dapat memanfaatkan produk jasa keuangan yang disediakan oleh industri jasa keuangan sesuai kebutuhan sehingga dapat mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional dampak pandemi Covid-19.

“Kegiatan inti yang antara lain melalui pemberian diskon, cashback, point, bonus atau reward, fasilitasi pemberian kredit atau pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku UMKM melalui kegiatan business matching, pameran virtual, akuisisi pembukaan rekening, polis dan lainnya serta kampanye dan publikasi program literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen secara masif,” kata Parjiman.

Lebih lanjut Parjiman juga menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan kegiatan literasi dan inklusi keuangan hendaknya tetap menjaga keamanan dan keselamatan bersama, sehingga berbagai kegiatan yang akan dilakukan harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Kegiatan selama Bulan Inklusi Keuangan akan dipublikasikan melalui website yang dikelola oleh OJK, sehingga masyarakat dapat mengetahui antara lain informasi mengenai agenda kegiatan literasi dan inklusi dari IJK selama Bulan Inklusi Keuangan.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia secara nyata berdampak pada sektor ekonomi. “Inklusi keuangan menjadi krusial dalam pencapaian tujuan makro ekonomi, sekaligus menjawab tantangan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 saat ini. Inklusi keuangan diyakini sejalan dan berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi, serta meluasnya akses keuangan,” ucap KGPAA Paku Alam X.

Dia juga mendukung sepenuhnya serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TPAKD DIY, PT Bank BPD DIY, sekolah-sekolah dan pihak lainnya atas terselenggaranya program perluasan akses pelayanan keuangan.

“Kita sambut Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2020 dengan penuh semangat dan kerja keras agar dapat mendorong dan meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan,” ucapnya.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengungkapkan dalam menguatkan ekonomi daerah, BPD DIY bersama-sama dengan Bank Indonesia (BI) DIY, dan OJK DIY meluncurkan digitalisasi, yang pertama digitalisasi Pemerintah Daerah, dan digitalisasi untuk sekolah.

“Digitalisasi sekolah untuk meningkatkan akses keuangan daerah dalam rangka mendukung paket yang disampaikan oleh OJK sesuai peraturan presiden dalam rangka satu siswa satu rekening. Akan kita laksanakan dalam waktu dekat bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan dimana rencana aksi kami sudah kami susun dalam rangka meningkatkan akses keuangan daerah,” kata Santoso.