Kuliah Gratis di PTN, Dosen Unisa Usul Skema Berkeadilan untuk PTS
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Walikota Jogja, Haryadi Suyuti didampingi istrinya Tri Kirana bersama Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi dan istri menghadiei HUT Kota Jogja ke-264./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA - Beredar informasi bahwa ketua TP PKK Kota Jogja, Tri Kirana diisukan akan maju dalam pilihan kepala daerah periode yang akan datang. Namun kini kabar tersebut terbantahkan.
Kepastian Ana tidak ikut dalam pencalonan kepala daerah disampaikan oleh sang suami, Walikota Jogja, Haryadi Suyuti.
Haryadi yang berkelakar menjadi juru bicara untuk istrinya menegaskan bahwa istrinya, Ana tidak pernah terpikir untuk maju dalam pencalonan kepala daerah. "Pada kesempatan saat ini saya sampaikan bahwa bu Ana ini tidak pernah terpikir atau terbersit untuk jadi kepala daerah, ben cetho ngono lho [biar jelas gitu lho], timbangane ra cetho [daripada tidak jelas], mumpung pas HUT Kota dan beliaunya juga hadir," jelasnya pada Rabu (7/10/2020).
Baca Juga: Lebih dari 100 Orang Terinfeksi Corona di Ponpes Sleman
Bukan tanpa sebab Haryadi menegaskan Ana tidak ikut dalam peta perpolitikan darah ke depannya, pasalnya Haryadi menilai Ana akan lebih berkonsentrasi pada keluarga. "Karena konsentrasi [Ana] ke keluarga, saya kira saya sudah cukup lah lima tahun menjabat sebagai Walikota periode pertama terus periode kedua," ujarnya.
Diteruskan Haryadi, bahwa jika Ana dipaksa-dipaksa pun tetap tidak akan maju dalam pencalonan Kepala daerah. "Tri kirana sama sekali tidak pernah terpikir maju jadi calon kepala daerah, fokus ke keluarga, mesti dipaksa-dipaksa tetap tidak, ini saya sampaikan selaku penanggung jawab keluarga atau suami," jelasnya.
Baca Juga: Bandara Kulonprogo Digadang-gadang Jadi Tempat Evakuasi Bila Terjadi Tsunami
Pernyataan tentang tidak ikutnya Ana dalam pencalonan Kepala darah ini disampaikan Haryadi agar tidak ada berita simpang siur di kalangan masyarakat. "Harus ditegaskan sejak awal supaya tidak simpang siur di masyarakat, sehingga tidak akan tim sukses bayangan, kasihan masyarakat, biar masyarakat tenang saja," ungkapnya.
Sementara itu tidak banyak tanggapan yang diberikan Ana pada saat Haryadi menyampaikan pernyataan sikap atas tidak ikutnya Ana dalam pentas politik periode mendatang. Ana hanya merasa kasihan kepada masyarakat jika mendapatkan informasi yang simpang siur mengenai isu ini. "Kasihan masyarakat terombang-ambing, mesakke [kasihan] masyarakat, berita enggak bener kan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Fenomena keterpaparan masyarakat terhadap praktik judi online (judol) kini semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi terbatas pada kalangan atau gender tertentu
Belanda bermain imbang 1-1 dengan Jerman di Nations League. Gol Cody Gakpo menit 90+2 membalas gol Felix Nmecha, setelah gol Van Dijk dianulir VAR.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 25 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Di Balik Layar Judi Online di Kulonprogo membahas bahaya judi online dan pentingnya literasi masyarakat untuk mencegah jeratan judol.