Keberangkatan 20 Keluarga Calon Transmigran Asal Bantul Tertunda Gara-gara Pandemi

Ilustrasi. - AntaraFoto/ Yusran Uccang
10 Oktober 2020 22:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Keberangkatan 20 calon transmigran dari Bantul ke berbagai daerah ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan karena masih adanya pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19.

Padahal ke-20 calon transmigran tersebut sudah mendapatkan pelatihan dan penggemblengan sehingga tinggal menunggu diberangkatkan. Sedianya mereka akan diberangkatkan pada bulan ini.

“Tapi karena masih pandemi Covid-19 sehingga ditunda,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Di Masa Pandemi, Karyawan Kehilangan Pekerjaan, Direksi Malah Tambah Kaya

Istirul tidak mengetahui pasti sampai kapan penundaan pemberangkatan calon transmigran dari Bantul. Namun berdasarkan surat dari Kementerian Ketenagakerjaan penundaan sampai waktu yang belum ditentukan.

Istirul menilai wajar penundaan pemberangkatan transmigran. Sebab jika dipaksakan berangkat di tengah pandemi Covid-19 akan merepotkan semua, terutama daerah tujuan transmigrasi yang harus menyediakan ruang isolasi. Sementra transmigran juga belum mengenal warga daerah setempat.

Belum lagi ketika harus mempersiapkan rapid test dan ketika terjadi pemeriksaan suhu dan suhu tubuhnya diatas 37 derajat celcius harus mendapat penanganan lagi. “Jadi terlalu beresiko memang jika memberangkatkan transmigran di masa pandemi ini,” ucap Istirul.

Baca juga: Pajak Mobil Nol Persen, Ini Model yang Bakal Laris

Sebagaimana diketahui rencana awal pemberangkatan 20 kepala keluarga (KK) transmigran dari Bantul dilakukan Oktober ini ke berbagai daerah tujuan, di antaranya ke Kabupaten Paser, Kalimantan Timur; Muna, Sulawesi Tenggara; Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; Wajo, Sulawesi Selatan; dan Sulu Timur, Sulawesi Selatan.

Sementara itu Bekti Mardini, salah seorang calon transmigran mengaku belum tahu adanya penundaan keberangkatan. Namun seama ini dirinya juga memang belum mengetahui jadwal pemberangkatan. “Dari Dinas Informasinya nanti menunggu undangan pemberangkatan,” ucap dia.

Bekti bersama suaminya, Nasrudin memutuskan mendaftar calon transmigran untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Sebab pekerjaan suaminya hanya sebagai buruh harian lepas. Sementara di lokasi transmigran sudah dijanjikan mendapat rumah, lahan pekarangan, lahan pertanian, hingga uang saku.

Ia bersama suaminya daftar transmigran sejak 2016 lalu ke Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Desa Mahalona. Pihaknya baru mendapatkan kabar lolos sebagai calon transmigran pada 2019 lalu.