Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pedagang di Pasar Bendungan, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, kembali digegerkan dengan adanya aksi peredaran uang palsu yang dilakukan seorang perempuan asal Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2020). Aksi itu berhasil terbongkar usai salah satu pedagang curiga dengan uang yang digunakan pelaku saat membayar barang belanjaan.
Petugas Keamanan Pasar Bendungan, Basuki mengatakan percobaan penipuan menggunakan uang palsu itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Terbongkarnya aksi ini berawal dari kecurigaan dari seorang pedagang sayur bernama Satin. Usai menerima uang dari pelaku, pedagang tersebut kata Basuki merasa curiga dengan bentuk uang. Saat dicek ternyata uang itu palsu.
"Bu Satin ini kemudian teriak bahwa tadi perempuan yang beli di tempatnya pake uang palsu," kata Basuki saat dikonfirmasi wartawan, Minggu sore.
Basuki mengatakan, teriakan itu mengundang perhatian banyak orang. Sejurus kemudian para pedagang dan pengunjung pasar mengejar pelaku yang berusaha kabur. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan sementara di pos kemanan Pasar Bendungan.
"Saat kami interogasi, ibu-ibu ini [pelaku] mengaku berasal dari Purworejo. Lalu kami cek isi dalam tasnya dan didapati uang sebanyak Rp960.000. Kami kemudian laporan ke Polsek Wates," ucapnya.
BACA JUGA: Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat dan Dukung Pemerintahan Jokowi
Kapolsek Wates AKBP Endang Suprapto membenarkan adanya aksi diduga peredaran upal di Pasar Bendungan. Terkait identitas pelaku, Endang belum menjelaskan secara rinci namun dipastikan bahwa pelaku berjenis kelamin perempuan asal Purworejo. Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku tersebut. "Petugas juga sudah diterjunkan untuk menggeladah rumahnya [pelaku] di Purworejo," jelasnya.
Aksi peredaran upal di Pasar Bendungan bukan kali ini terjadi. Belum lama ini, tepatnya, Jumat (11/9), seorang perempuan bernama Roberta Rubinah, 55, warga Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, kedapatan mengedarkan upal di pasar tersebut.
Saat itu, Rubinah hendak membeli jajanan pasar senilai Rp35.000 dari seorang pedagang bernama Suginem, 57. Ia membayar dengan selembar uang nominal Rp100.000. Ketika dicek oleh Suginem, uang tersebut ternyata palsu. Rubinah kemudian mengambil uang itu dan menggantinya dengan uang asli. Namun, Suginem sudah kadung melaporkan hal itu ke petugas keamanan pasar. Tak berselang lama, petugas kepolisian setempat datang untuk menjemputnya.
Dari tangan Rubinah, petugas menyita 13 lembar upal nominal Rp100.000 dengan nomor seri yang sama, dan barang bukti lain berupa jajanan pasar yang dibeli menggunakan uang tersebut. Karena perbuatannya Rubinah terancam hukuman 15 tahun penjara atau denda sebesar Rp50 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengirim enam mahasiswa ke Taiwan untuk mengikuti program Global Education Experiences (GlobEES) 2026