Gunungkidul Siapkan Listrik Tenaga Surya, Antisipasi Mati Lampu
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewasadai potensi bencana di awal musim hujan yang diperkirakan datang mulai akhir Oktober ini.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan masa pancaroba sudah tiba. Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akhir Oktober sudah mulai musim hujan. Di masa peralihan ini, cuaca ekstrem bisa saja datang sehingga meningkatkan potensi terjadinya bencana, khususnya angin kencang.
“Untuk antisipasi, kami sudah lakukan koordinasi dengan masing-masing kapanewon agar melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana,” kata Edy kepada wartawan, Senin (12/10/2020).
BACA JUGA: Besok Organisasi Islam Demo UU Cipta Kerja, Muhammadiyah Tak Ikut
Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan waspada dengan menggalakan kebersihan lingkungan sekitar rumah. BPBD juga sudah meminta kepada kalurahan yang terpasang alat pendeteksi dini longsor untuk melakukan pengecekan terkait dengan fungsi alat tersebut. “Data awal dari 30 EWS, hanya sepuluh yang bisa berfungsi,” ungkapnya.
Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kebersihan lingkungan memiliki andil untuk mengurangi risiko banjir. “Banjir terjadi karena saluran-saluran pembuangan banyak yang mampet. Jadi, warga bisa melakukan gerakan kebersihan agar saluran-saluran dapat berfungsi dengan baik,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan masa pancaroba bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Perubahan cuaca memengaruhi kondisi tubuh. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. “Terus jalankan pola hidup bersih dan sehat. makan-makanan bergizi dan rutin berolahraga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 30 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.