Advertisement
Akhir Oktober Musim Hujan Tiba, Ini yang Harus Dilakukan
Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewasadai potensi bencana di awal musim hujan yang diperkirakan datang mulai akhir Oktober ini.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan masa pancaroba sudah tiba. Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akhir Oktober sudah mulai musim hujan. Di masa peralihan ini, cuaca ekstrem bisa saja datang sehingga meningkatkan potensi terjadinya bencana, khususnya angin kencang.
Advertisement
“Untuk antisipasi, kami sudah lakukan koordinasi dengan masing-masing kapanewon agar melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana,” kata Edy kepada wartawan, Senin (12/10/2020).
BACA JUGA: Besok Organisasi Islam Demo UU Cipta Kerja, Muhammadiyah Tak Ikut
Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan waspada dengan menggalakan kebersihan lingkungan sekitar rumah. BPBD juga sudah meminta kepada kalurahan yang terpasang alat pendeteksi dini longsor untuk melakukan pengecekan terkait dengan fungsi alat tersebut. “Data awal dari 30 EWS, hanya sepuluh yang bisa berfungsi,” ungkapnya.
Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kebersihan lingkungan memiliki andil untuk mengurangi risiko banjir. “Banjir terjadi karena saluran-saluran pembuangan banyak yang mampet. Jadi, warga bisa melakukan gerakan kebersihan agar saluran-saluran dapat berfungsi dengan baik,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan masa pancaroba bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Perubahan cuaca memengaruhi kondisi tubuh. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. “Terus jalankan pola hidup bersih dan sehat. makan-makanan bergizi dan rutin berolahraga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadi Tersangka Penipuan, Dirut Dana Syariah Indonesia Minta Maaf
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Atap Pengganti Tiba, Perbaikan Pasar Induk Godean Sleman Segera
- 14.597 PBI JK APBN di Kulonprogo Dinonaktifkan, Jalur APBD Jadi Solusi
- Padat Karya Sleman 2026 Anggarkan Rp19,1 Miliar, Serap 5.024 Pekerja
- Mobil Listrik Perdana Karya Siswa SMKN 2 Wonosari Tampil di Smakadano
- Rencana Trans Jogja ke Wonosari Terkendala Anggaran dan Regulasi
Advertisement
Advertisement



