Advertisement

Dosen UPN Jogja Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Corona

Lajeng Padmaratri
Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:17 WIB
Bhekti Suryani
Dosen UPN Jogja Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Corona Ilustrasi mayat - Ist/Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) tengah berduka. Salah satu dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) meninggal dunia pada Selasa (13/10/2020) sore sekitar pukul 16.30 WIB setelah terpapar Covid-19. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di RSA UGM dalam usia 50 tahun.

Kasubbag Humas UPNVY, Marcus Koesnardijanto mengatakan hal itu diketahui setelah beberapa waktu lalu Satgas Covid-19 RSA UGM menghubungi Satgas Covid-19 UPNVY untuk menanyakan apakah pasien yang bersangkutan benar merupakan dosen di kampus tersebut.

"Kami tidak tahu kapan detail yang bersangkutan terkonfirmasi Covid-19. Hanya saja, kami baru tahu saat dihubungi oleh Gugus Covid-19 RSA UGM, klarifikasi apakah yang bersangkutan benar pegawai UPN," kata Marcus ketika dihubungi pada Rabu (14/10/2020).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Setelah mendapat kabar tersebut, Satgas Covid-19 UPNVY langsung melakukan karantina wilayah lokal terhadap FISIP sejak Senin (12/10/2020). Selain itu, juga dilakukan dekontaminasi di fakultas tersebut.

Disinggung soal apakah ada riwayat penyakit pada dosen tersebut, Marcus membenarkan bahwa ada penyakit penyerta. Ia menambahkan, pada Senin sore, pihaknya juga dikabari dari Satgas Covid-19 RSA UGM bahwa pasien tersebut dipasangi ventilator.

"Almarhum meninggal kemarin [Selasa] sore, langsung dimakamkan malam hari dengan protokol Covid-19 di pemakaman khusus Covid-19 di Prambanan," sambungnya.

Selain melakukan sterilisasi, Satgas Covid-19 UPN juga tengah melakukan penelusuran kontak pada dosen tersebut. Sejak perkuliahan semester gasal dimulai pada 28 September lalu, ia masih mengajar perkuliahan daring.

"Hanya saja saat mertua meninggal pada 6 Oktober kemarin, saat kami melayat, beliau tidak ikut pemakaman. Info dari keluarga saat itu beliau tidak enak badan," kata dia. Untuk meminimalisir penularan, tambah Marcus, tracing juga dilakukan terhadap pelayat yang datang pada pemakaman mertua dosen tersebut.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BPOM Tarik 41 Obat Tradisional dan 16 Kosmetik Mengandung Kimia

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 13:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement