Pjs Bupati Bantul Minta Pengawasan Protokol Kesehatan Ditingkatkan

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
15 Oktober 2020 17:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) sama-sama memantau penegakan protokol kesehatan pencegahan Coronavirus Disease atau Covid-19 untuk menekan penularan penyakit SARS CoV-2 penyebab Covid-19 tersebut.

Budi mengaku sudah meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul bekerja sama dengan kepolisian dan TNI dalam pengawasan agar semakin ditingkatkan. “Karena satu-satunya cara untuk mengendalikan Covid-19 hanya dengan penegakan protokol kesehatan,” kata Budi, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Kamis (15/10/2020).

Selain itu, ia juga meminta semua OPD bergerak sesuai kewenangananya untuk ikut mengawasi protokol kesehatan sehingga tidak hanya mengandalkan satpol PP, kepolisian dan TNI yang jumlahnya terbatas.

Ia mencontohkan pengawasan yang bisa dilakukan OPD, misalnya Dinas Perdagangan Bantul untuk mengawasi semua rotokol kesehatan di pasar-pasar. Demikian juga Dinas Pariwisata Bantul untuk mengawasi protokol kesehatan di semua objek wisata di Bumi Projotamansari. Dinas Perhubungan Bantul mengawasi di ruang-ruang publik.

“Hanya dengan peningkatan protokol kesehatanlah penularan Covid-19 bisa terkendali,” ucap Budi.

Pria yang masih menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini mengatakan meski angka positif Covid-19 di Bantul cukup tinggi, angka kesembuhannya juga tinggi, sehingga Bantul tidak masuk dalam zona merah, tetapi zona oranye atau risiko penularan Covid-19 sedang.

Dari 17 kecamatan, ada delapan kecamatan yang masuk zona oranye per 13 Oktober 2020, yakni Kecamatan Kasihan, Banguntapan, Piyungan, Bantul, Jetis, Pandak, Sanden, dan Kretek. Sementara sembilan kecamatan lainnya masuk zona kuning atau risiko penularan rendah seperti kecamatan Pajangan, Sedayu, Sewon, Pleret, Dlingo, Imogiri, Pundong, Bambanglipuro, dan Srandakan.

Sementara data dari Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Bantul per 14 Oktober 2020, ada 812 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut 695 orang sembuh, dan 23 orang meninggal dunia.

Budi kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lengah meski angka kesembuhan tinggi. Ia meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan selalu mengenakan masker saat beraktivitas, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak, dan menjaga kesehatan tubuh agar imun kuat.