Program Desa Prima, Perempuan Bangunkerto Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif

Sejumlah perempuan warga Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman, antusias mengikuti pelatihan Penguatan Program Desa Prima Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto, Jumat (16/10/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
16 Oktober 2020 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 25 perempuan di Kalurahan Bangunkerto, Kepanewon Turi, mengikuti pelatihan ekonomi produktif. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendampingan dan pelatihan Penguatan Program Desa Prima Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto, Jumat (16/10/2020).

Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Naresthi Primasari, mengatakan Kalurahan Bangunkerto merupakan salah satu Desa Prima yang dibentuk tahun ini. Pembentukan Desa Prima bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas serta taraf hidup perempuan di Bangunkerto. "Sosialisasi dan inisiasi pembentukan Desa Prima kami lakukan sejak September. Pada Oktober dan November ini diisi dengan berbagai kegiatan pelatihan," katanya, di sela-sela kegiatan, Jumat.

Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan dengan mengikutsertakan para peserta dengan pelatihan usaha kuliner. Pelatihan diberikan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki, misalnya di Bangunkerto terdapat banyak salak, sehingga produk kuliner yang dibuat berbahan baku salak.

"Ini sebagai bentuk pengembangan ekonomi produktif yang dilakukan dan diharapkan menjadi produk unggulan yang menjadi ciri khas sendiri," kata Resthi.

Selain pelatihan kuliner, peserta juga diberi pelatihan pengolahan sampah, pemanfaatan hingga belajar membuat sabun dari minyak jelantah. Untuk penguatan ketahanan keluarga, peserta juga mendapatkan materi ketahanan keluarga, pengarusutamaan gender, keluarga berencana dan materi lainnya.

"Banyak materi yang diberikan untuk mewujudkan Desa Prima menuju Desa Mandiri Budaya. Peserta juga bisa terus bertambah dengan kemampuan yang mereka miliki masing-masing. Peserta sangat antusias dengan program ini," kata Resthi.

Ketua Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto, Siti Wasilatun, mengatakan selama pandemi Covid-19 banyak usaha yang dilakukan masyarakat terpuruk. Untuk membangkitkan kembali semangat perempuan Bangunkerto, mereka dilibatkan dalam Program Desa Prima. "Kami mengunggulkan olahan salak dan ikan karena di sini bahan bakunya melimpah. Salah satu yang dikembangkan yakni olahan ikan hasil budi daya warga," katanya.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan sampah untuk kerajinan, termasuk membuat hantaran pengantin dan kerajinan khas Bangunkerto yang terbuat dari kulit salak.