Sumonar 2020 Berlanjut dengan Sumonium

Sumonium.
19 Oktober 2020 14:32 WIB Galih Eko Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sumonar, sebuah festival seni cahaya yang tahun ini digelar pada Agustus 2020, ternyata berlanjut. Sumonar 2020 yang dilakukan secara daring berlanjut dengan agenda Sumonium, singkatan dari Simposium Sumonar.

Dalam rilis yang diterima harianjogja.com, Sumoniar mengambila tema Locating Ne Media Art/Contemporary Art: Practice, History and Society yang digelar selama dua hari lewat konsep daring, yakni pada 19 Oktober-20 Oktober 2020.

Sumonium hadir sebagai forum untuk mempertemukan akademisi, pemangku kebijakan, praktisi, profesional, dan pencinta seni media untuk saling bertukar gagasan, pengalaman atas praktik produksi pengetahuan dan praktik kekaryaan.

Simposium Sumonar edisi pertama ini mengetengahkan tema mengenai penempatan seni media baru/seni kontemporer, dalam praktiknya, sejarahnya dan posisinya dalam konteks sosial (masyarakat). Tema ini akan dibicarakan oleh berbagai narasumber baik dari kalangan pemangku kebijakan, akademisi, maupun praktisi.

Sebagai sebuah inisiatif, simposium ini ingin merespons berbagai hal yang masih menjadi pertanyaan pubik mengenai eksistensi, makna dan fungsi seni media baru dalam kaitannya dengan praktik, sejarah dan perkembangan masyarakat di Indonesia dan dunia internasional. Selain itu juga simposium ini akan menjadi wadah bagi praktisi seni media baru terutama yang terkait dan berelasi dengan praktik seni cahaya.

Sebagai moderator selama dua hari itu, panitia menghadirkan Evelyn Huang dan Sudjud Dartanto. Untuk narasumbernya, ada Tubagus Andre Sukmana, Budi Irawanto, Raphael Donny, Rendy, Jeong Ok Jeon, Agung Hujatnikajennong, Laszlo Zsolt Bordos, Irene Agrivine, Krack Studio dan Rizki Lazuardi.