7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Karyawan sebuah bank di Bantul yang positif Covid-19 diduga menulari keluarganya.
Ayah dan adik ipar dari karyawan salah satu bank di Bantul juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil itu diketahui setelah dilakukan tracing kepada anggota keluarga atau kontak erat dari karyawan bank asal Sewon tersebut.
Hal tersebut dipastikan langsung oleh Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Sewon, Danang Irwanto, Rabu (21/10/2020). Dikatakan Danang, pihaknya telah melakukan tracing kepada enam orang yang merupakan kontak erat pasien.
BACA JUGA: Dua Hotel di Malioboro Senilai Ratusan Miliar Dibeli Pemda DIY, untuk Apa?
"Dari enam kontak erat, dua di antara mereka adalah adik ipar dan bapak. Keduanya dinyatakan positif Covid-19. Tadi pagi keduanya sudah kami antar untuk menjalani isolasi ke RS Lapangan,” ujar Danang kepada saat dikonfirmasi awak media.
Danang menyampaikan terkait hasil tes swab empat orang kontak erat lainnya dengan pasien semua dinyatakan negatif. Namun untuk sementara waktu keempat orang tersebut masih akan menjalani karantina secara mandiri.
" Untuk 4 orang yang lain negatif swab dan sekarang sudah karantina mandiri sejak terakhir kontak dengan pasien positif," ucapnya Danang yang juga menjabat Camat Sewon tersebut.
Ditambahkan Danang, saat ini rumah pasien yang bersangkutan sudah dilakukan desinfeksi dan sterilisasi oleh pihak-pihak terkait.
Diketahui sebelumnya, satu karyawan bank di Bantul dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Karyawan tersebut diketahui terkonfirmasi positif setelah melakukan pemeriksaan secara mandiri.
Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan jika ada salah satu karyawan bank yang menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Karyawan tersebut sudah masuk sejak hari Minggu (18/10/2020) kemarin.
"Benar, masuk di tempat kami [RSUD Panembahan Senopati Bantul] sejak hari Minggu lalu tanggal 18 Oktober," kata Siti.
Sementara itu Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso atau yang kerap disapa Oki menyatakan total sudah ada lima karyawan di salah satu bank Bantul yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Warga Bantul yang sekarang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 5 pegawai (bank)," kata Oki.
Dijelaskan Oki, dari lima orang yang tercatat tadi berasal dari satu bank yang sama. Kendati begitu, kelima orang itu menjalani perawatan dan isolasi di beberapa rumah sakit.
"Satu orang dirawat di RSUD Panembahan Senopati, lainnnya terbagi di beberapa tempat. Ada yang menjalani isolasi di Shelter dan RS Lapangan khusus Covid-19 Bambanglipuro," ucapnya.
Oki menyebut sampai dengan saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan atau notifikasi secara resmi dari pihak bank di tempat para pasien tersebut bekerja. Dikatakan Oki, pihaknya masih terus menunggu terkait hasil tracing dari kelima karyawan tersebut.
"Terkait belum ada laporan lagi. Notifikasi positif saja kan baru diketahui kemarin Selasa (20/10) siang," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.