Hari Kesehatan Nasional, Dinas Kesehatan Gelar Rapid Test Massal

Warga Dusun Turen mengikuti rapid test massal di SMP Negeri 3 Ngaglik, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Rabu (21/10 - 2020). Kegiatan tersebut dalam rangka menyongsong Hari Kesehatan Nasional ke/56 dan diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk menjaga kesehatan masyarakat serta menyelipkan pesan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan.
21 Oktober 2020 16:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka menyongsong Hari Kesehatan Nasional ke-56, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar rapid test massal bagi masyarakat Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Rabu (21/10/2020). Rapid test ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Ngaglik, Sleman.

Ketua Hari Kesehatan Nasional ke-56 Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Atikah Nur Hesti, menuturkan pelaksanaan rapid test massal ini khusus menyasar warga di Dusun Turen. "Untuk sasaran masyarakat Dusun Turen ada 400 orang," kata Atikah di sela-sela kegiatan.

Pemilihan lokasi rapid test ini tak lepas dengan adanya penemuan kasus positif di sebuah pondok pesantren (ponpes) yang lokasinya berdekatan dengan dusun tersebut. Dinas Kesehatan Sleman kemudian memutuskan melakukan rapid test yang bertujuan memberikan ketenangan kepada masyarakat sekitar.

"Kemarin-kemarin kami fokus untuk melakukan tracing di ponpes. Supaya masyarakat tenang dan tidak ada yang khawatir pada dirinya apakah tertular virus atau tidak, maka kami lakukan rapid test kepada masyarakat sekitar," ungkap Atikah yang juga menjabat Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman ini.

Ia mengapresiasi minat masyarakat sekitar yang berkenan mengikuti agenda rapid test massal kali ini. Selain tidak dipungut biaya, rapid test ini juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat memperoleh kepastian mengenai kondisi kesehatan mereka. Jika ada peserta yang dinyatakan reaktif, pada hari selanjutnya langsung dilaksanakan uji swab di puskesmas terdekat.

Kendati sudah mengikuti rapid test, masyarakat sekitar tetap diharapkan selalu mematuhi protokol kesehatan sesuai slogan Cita Mas Jajar (cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak). Masyarakat yang hendak mengikuti rapid test ini pun diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke lokasi rapid test, serta senantiasa menjaga jarak.

Agenda rapid test massal ini masih akan berlanjut di dua lokasi lain. Pada 26 Oktober mendatang, rapid test massal kembali dilaksanakan di Kapanewon Prambanan, kemudian pada 3 November berlanjut di Kapanewon Godean.

Atikah menuturkan rangkaian Hari Kesehatan Nasional ini mengambil tema besar 'Kesehatan Bangkit, Ekonomi Pulih'. Selain RDT massal, Dinas Kesehatan Sleman juga menyelenggarakan seminar virtual dengan narasumber kompeten pada 24 Oktober mendatang dan bakti sosial beker jasama dengan Baznas Sleman.

"Melalui tema besar tersebut, harapan kami dalam situasi pandemi ini kesehatan masyarakat bisa kembali pulih. Sebab jika kesehatan membaik, maka otomatis ekonomi akan turut bangkit," kata dia.

Wakil Ketua II Baznas Sleman Muhammad Iskandar menambahkan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-56 ini jawatannya turut membagikan santunan kepada masyarakat kurang mampu yang mengikuti rapid test. "Kami siapkan Rp85 juta untuk bakti sosial dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ini," ujarnya.