Warga Terdampak Tol Kebingungan Cari Lahan, Ini Repons Pemkab Sleman

Petugas pengukur dari Satgas A melakukan pengukuran bidang terdampak pembangunan jalan tol Joglo di Jobohan, Bokoharjo, Prambanan, Senin (19/10/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
21 Oktober 2020 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman memahami kegundahan warga terdampak tol Jogja-Solo yang kebingungan mencari tanah pengganti. Pemkab siap membantu warga memberikan informasi lokasi tanah yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan permasalahan harga tanah yang mulai naik di sekitar lokasi pembangunan jalan tol disebabkan salah satunya karena permintaan pasar meningkat. Pemkab, katanya tidak bisa mengintervensi harga jual tanah karena hal tersebut merupakan hal masing-masing individu dan hukum pasar.

"Kenaikan harga tanah di sekitar lokasi pembangunan jalan itu memang salah satu konsekuensi. Lahan terbatas tetapi permintaan meningkat. Jika memang harga di sana memang dinilai tinggi, mau tidak mau warga bisa mencari ke lokasi lain," katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (21/10/2020).

BACA JUGA: Dua Hotel di Malioboro Senilai Ratusan Miliar Dibeli Pemda DIY, untuk Apa?

Meskipun Pemkab tidak bisa menekan harga tanah di sekitar jalan tol itu, katanya, Pemkab akan terbuka memberikan informasi kepada warga terdampak lokasi mana saja yang harga tanahnya masih terjangkau untuk dibeli. "Kalau hanya informasi tanah yang harganya masih terjangkau, kami siap untuk memberikan informasinya kepada warga terdampak. Tetapi untuk masalah transaksinya tetap antara penjual dan pembeli," ujar Harda.

Pemkab juga tidak bisa menyediakan lahan khusus bagi warga terdampak.

Sarana informasi bagi warga terdampak itu, kata Harda bukan laiknya help desk atau posko informasi warga tetapi lebih pada upaya Pemkab untuk memfasilitasi kebingungan warga. "Jadi bukan help desk atau bertentuk posko. Yang jelas ini hanya upaya kami untuk menjembatani kebingungan warga. Sebab kami juga tidak tahu kemampuan masing-masing warga terdampak. Makanya jika mereka bertanya kami upayakan menjawabnya," kata Harda.