Malioboro Akan Bebas Kendaraan Selama 2 Pekan

Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
23 Oktober 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY akan kembali uji coba Malioboro tanpa kendaraan bermotor atau pedestrian pada Senin (2/10/2020) mendatang. Selain dengan durasi yang lebih lama, yakni dua minggu, pada uji coba ini juga akan dilaksanakan manajemen lalu lintas jalur satu arah di sekitar Malioboro.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan kebijakan Malioboro pedestrian sudah diwacanakan sejak lama dan sudah dilakukan beberapa kali uji coba. “Tanggal dua [November] baru uji coba, belum permanen. Tapi tidak satu hari, biasanya cuma satu hari,” ungkapnya, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, uji coba harus dilakukan beberapa hari, melewati hari kerja dan akhir pekan. Hal ini bertujuan agar mengetahui kondisi sesungguhnya lalu lintas di sekitar Malioboro, titik mana saja yang padat atau macet. Sama seperti uji coba sebelumnya, semua kendaraan bermotor tidak boleh masuk kawasan Malioboro kecuali Trans Jogja, kendaraan kedaruratan dan petugas.

Adapun manajemen lalu lintas di sekitar Malioboro yakni di setiap sirip Malioboro masih boleh dilewati kendaraan bermotor dua arah, namun tidak sampai Malioboro. Kemudian jalur satu arah diterapkan di Jalan Suryotomo dan Mataram ke arah utara, Jalan Abu Bakar Ali dan Pasar Kembang ke arah barat, Jalan Letjen Suprapto ke arah selatan. Sementara pada Jalan Ahmad Yani dan Senopati masih berlaku dua arah.

Menurutnya, konsep Malioboro pedestrian tidak akan banyak menyulitkan atau merugikan pengunjung maupun pelaku ekonomi Malioboro. “Kalau pedestrian, tidak padat kendaraan bermotor, orang di situ tujuannya hanya dua, nyantai dan belanja. Kalau sekarang orang naik motor cuma lewat, wong tidak bisa parkir di depan toko juga,” ungkapnya.

BACA JUGA: Selama Pandemi, Penderita Diabetes Harus Lebih Waspada

Untuk akses masuk perkantoran, hotel dan mal, dialihkan lewat sirip terdekat. Seperti pada Kantor DPRD DIY, akses masuk dialihkan lewat sirip di selatannya, Jalan Perwakilan. Hal serupa kata dia, juga mulai dilakukan beberapa pelaku ekonomi lainnya, seperti hotel Ibis dan mal Malioboro. Dari uji coba ini, pihaknya akan mengevaluasi kesiapan penerapan Malioboro pedestrian.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwi Panti, menuturkan uji coba ini direncanakan akan berjalan selama dua minggu, dengan melihat situasi dan kondisi. “Dari desain penataan Maliobroo sebenarnya sudah dari dulu, bagaimana menata agar Malioboro menjadi satu kawasan yang menarik, bukan hiruk pikuk,” katanya.