Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, kembali mengingatkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sampai pemerintahan desa untuk netral dalam Pilkada 2020 ini.
Budi Wibowo tidak akan segan-segan untuk memproses sanksi jika mendapati ASN tidak netral. “Prinsip bagi kami kalau ada pelanggaran normatif harus kita tegakan, tidak bisa tidak,” kata Budi dalam deklarasi dan penandatanganan fakta integritas dua pasangan calonn bupati dan wakil bupati untuk menaati protokol kesehatan dalam setiap aktivitas tahapan pilkada di Aula Bawaslu Bantul, Jumat (23/10/2020).
“Kalau ada ASN tak netral tolong buktinya disampaikan kepada kami, kami akan koordinasi dengan Bawaslu untuk melalukan tindakan hukum,” ucap Budi.
Dalam beberapa kesempatan, Budi Wibowo juga selalu mengingatkan netralitas ASN tersebut. Sampai saat ini dia mengaku belum mendapatkan laporan terkait adanya pelanggaran kode etik ASN, khususnya terkait netralitas dalam Pilkada Bantul 2020.
Dia meyakini ASN Bantul profesional dan bisa menempatkan diri sesuai tanggung jawab dan fungsinya melayani masyarakat. menurut dia, kalau ASN profesional, kuat, dan kokoh, maka penyelenggaraan pemerintah juga tetap berjalan dengan baik, “Oleh karena itu ASN dituntut bagaimana profesional,” ucap Budi.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang masih menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pereonomian dan Pembangunan ini juga mengatakan pesta demokrasi mestinya dilaksanakan dengan suka cita, bukan permusuhan dan ketegangan. Ia berharap suasana kondusif tercipta selama proses pilkada demi masa depan Bantul.
Budi percaya kedua paslon sudah memahami kondisi Bantul bagaimana ke depannya harus dibangun. Dia berharap kedua pasangan calon tetap menjalin komunikasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Saat ini Pemkab Bantul juga rutin menjalin komunikasi Forkompinda melalui acara Coffee Morning dengan lokasi yang berbeda-beda.
Menurutnya, komunikasi non formal antarforkompinda penting dilakukan, tidak hanya rapat resmi atau formal untuk membahas semua persoalan yang terjadi di Bantul. “Kami mohon ASN kompak, dan Forkompinda kompak,” ujar Budi.
Budi mengingatkan soal penegakan protokol kesehatan selama tahapan pilkada ini. menurut dia, pemlihan ekonomi di Bantul tidak akan sukses jika tidak menjalankan protokol kesehatan. Demikian sebaliknya. Berkaca pada Juli lalu dimana saat new normal aau aktivitas kebiasaan baru diterapkan, terjadi peningkatan kasus Covid-19. Dia menegaskan kunci kesuksesa ekonomi adalah pengetatan protokol kesehatan.
Dua pasangan calon dalam pilkada ini adalah sama-sama petahana, yani Abdul Halim Muslih yang masih menjabat sebagai wakil bupati Bantul maju sebagai calon bupati bersama Joko Budi Purnomo serta Suharsono selaku bupati Bantul maju kembali menjadi calon bupati bersama Totok Sudarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.