Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul memprediksi ada sekitar 30.000 wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata beretribusi di Bantul selama musim libur cuti bersama dari 28 Oktober hingga 1 November mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan target kunjungan 30.000 wisatawan cukup realistis karena berdasarkan data kunjungan liburan akhir pekan di angka 5.000-10.000 orang, “Kalau di ambil rata-rata selama liburan cuti bersama lima hari ya sekitaran 30.000an,” kata Kwintarto, Selasa (27/10/2020).
Menurut dia, target tersebut juga memperhitungkan kondisi saat ini yang masih dalam kondisi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) ditambah lagi dengan adanya fenomena alam La Nina yang mempengaruhi curah hujan cukup meningkat sehingga kemungkinan wisatawan tidak menjelajahi semua objek wisata di Bantul.
Baca Juga: Cara Menangkal Covid-19 di Musim Hujan
Namun, Dispar masih optimistis target kunjungan wisatawan tercapai dengan melihat animo masyarakat yang masih menjadikan DIY sebagai salah satu tujuan wisatawan untuk menghabiskan masa liburan. Namun untuk hari pertama cuti bersama ia memprediksi belum banyak wisatawan karena sebagian masih dalam perjalanan dan baru sampai di hari ketiga dan seterusnya.
Untuk keamanan wisatawan selama masa pandemi Covid-19 dan menghadapi La Nina ini, Kwintarto mengaku sudah mengeluarkan surat edaran (SE) kepada semua pengelola wisata dan usaha jasa pariwisata (UJP) di Bantul. Terdapat tiga poin dalam SE tersebut. Pertama adalah pengelola wisata diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor, genangan air, dan luapan sungai di lokasi objek wisata mengingat curah hujan mulai meningkat.
“Bahkan pengelola wisata yang memanfaatkan wahana air sebagai daya tarik wisata agar selalu koordinasi dengan teman-teman di hulu sungai di Sleman dan Gunungkidul. Karena meski di Bantul tidak hujan tapi kalau di utara hujan terus berpotensi luapan sungai di hilir,” kata Kwintarto. Selain itu bahaya angin kencang dan petir juga perlu diperhatikan agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berwisata.
Protokol Kesehatan
Kedua adalah soal protokol kesehatan. “Pengelola wisata harus selalu mengingatkan wisatawan agar tetap mentaati protokol kesehatan selama berlibur di Bantul minimal selalu mengenakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menghindari kerumunan,” kata Kwintarto.
Baca Juga: Verifikasi Protokol Kesehatan Sedang Berjalan, Kapan Bioskop di Jogja Dibuka?
Sementara poin ketiga dalam SE lebih menekankan kepada agen wisata dan wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata di Bantul agar memastikan diri dalam kondisi sehat, tidak memaksakan diri berlibur jika kondisi tubuh kurang sehat. Kwintarto meminta kerjasama agen wisata dan wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan.
Lebih lanjut mantan Camat Sewon ini juga mengingatkan wisatawan yang bermain di pantai untuk waspada, tidak mandi di laut karena fenomena alam La Nina ini juga berpotensi meningkatnya gelombang air laut. Jangan terkecoh dengan ombak yang tenang karena biasanya membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.