Ini Pengakuan Masing-Masing Kelompok dalam Bentrok Sesama Pemuda Pancasila di Bantul

Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
28 Oktober 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Saling mengaku telah diserang muncul seusai bentrok sesama anggota Pemuda Pancasila di Bantul, Rabu (28/10/2020).

Koordinator pawai simpatik Pemuda Pancasila DIY, Haris Setiawan, mengatakan pawai simpatik kendaraan Pemuda Pancasila DIY diadang oleh sekelompok orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Bantul, tepatnya di simpang tiga Cepit.

BACA JUGA: Tiga Pendemo Ditangkap dan Diintimidasi Oknum Brimob

Pawai simpatik tersebut untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) k- 61 Pemuda Pancasila. Pawai ini melibatkan ratusan anggota dan mengambil start Malioboro City, Jalan Solo. Namun saat hendak pulang dan melintas di Jalan Bantul, kata Haris, ada penyerangan.

“Konvoi kendaraan di barisan belakang mendadak mendapatkan lemparan batu dan benda-benda tumpul dari arah beberapa sudut rumah di area tersebut. Akibatnya beberapa kendaraan milik anggota Pemuda Pancasila mengalami kerusakan parah dan beberapa anggota mendapatkan serangan,” kata Haris.

Mengetahui ada penyerangan dalam konvoi di barisan belakang, kemudian barisan depan berbelok arah kembali ke simpang Cepit untuk membantu sebagian anggota yang mendapat serangan. Pihaknya membalas lemparan batu tersebut, “Mereka menyerang kami dari arah tiga rumah, mereka bersembunyi di dalam. Namun kami kemudian membalas dengan lemparan batu,” ujar Haris.

Setelah memukul mundur, pihaknya kembali melanjutkan konvoi, namun ada kepolisian yang membubarkan massa dan menyemprotkan gas air mata.

BACA JUGA: Pengakuan Korban Penangkapan Oknum Brimob: Dipukul dan Diintimidasi

Sesama anggota ormas Pemuda Pancasila bentrok di simpang tiga Cepit, Jalan Bantul, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Rabu (28/10/2020) siang. Satu orang terluka dalam keributan tersebut.

Korban luka adalah Hendarto, kakak dari Dony Bimo Saptoto, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila. Hendarto terluka pada bagian wajah akibat terkena lemparan batu.

Dony Bimo Saptoto mengatakan kejadian bermula saat dirinya bersama kakak, keponakan, dan temannya sebanyak tujuh orang sedang nongkrong di warung kopi depan rumahnya yang juga menjadi sekretariat MPC Pemuda Pancasila Bantul.

Sekitar pukul 13.00 tiba-tiba ada rombongan sekitar 300 orang dengan sepeda motor dan mobil dari arah utara atau arah Jogja menuju Bantul. Sampai simpang Cepit atau depan kantor MPC Pemuda Pancasila, rombongan berseragam Pemuda Pancasila tersebut melemparkan berbagai benda, “Kejadian sekitar 20 menitan kami Cuma bertahan di dalam,” kata Dony saat ditemui di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Anggotanya Lakukan Serangan, Dansat Brimob: Tetap Salah Anggota Saya

Pihaknya berupaya bertahan dan melakukan pembalasan. “Kami mempertahankan kantor, kami lawan sebisa mungkin kami pertahankan,” ujar Dony.

Selain melukai satu orang, Dony mengaku kejadian tersebut merusak kantor dan rumah serta kendaraan. Pecahan kaca berserakan di lokasi.

Dony tidak mengetahui pasti apa alasan rombongan yang masih dalam satu naungan organisasi itu menyerang  kantor MPC Pemuda Pancasila. Pihaknya merasa tidak memiliki masalah.

Dia juga menegaskan dirinya masih menjadi ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul meski beredar surat soal penggantian dirinya. Dia mengaku tidak pernah dipanggil, dan tidak pernah disidang dan merasa tidak memiliki masalah. Dony mengaku masih Ketua MPC PP Bantul hasil musyawarah semua PAC.

Dia meminta polisi untuk mengusutnya dan meminta semua anak buahnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan kejadian tersebut.

BACA JUGA: UMKM Bisa Dapat Bantuan dari Facebook Rp31 Juta, Ini Caranya

Polres Bantul menangkap enam orang dalam kasus bentrokan sesama anggota Pemuda Pancasila, Rabu (28/10/2020) siang. Keenam orang tersebut merupakan bagian dari kelompok konvoi HUT ke-61 Pemuda Pancasila yang disebut sebagai penyerang rumah Dony Bimo Saptoto yang dipakai sebagai Sekterariat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Bantul, di simpang tiga Cepit, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, mengatakan kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam olah TKP tersebut polisi menyita serpihan kaca, dua kendaraan roda empat milik penyerang dan satu unit sepeda motor. “Kami juga mengamankan enam orang yang kami duga dari kelompok penyerang, kami masih dalami keterlibatan mereka,” kata Wachyu, saat ditemui di Polres Bantul, Rabu (28/10/2020).

BACA JUGA: The Trial of the Chicago 7 Diprediksi Raup Banyak Nominasi Oscars

Wachyu mengaku masih mendalami kasus tersebut. Dia belum bisa memastikan siapa yang salah dan apa motif dari penyerangan tersebut. Namun Wachyu berjanji akan mengusutnya sampai tuntas.

Wachyu meminta semua pihak menjaga diri agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi, “Tetap percayakan penyelesaian persoalan pada penegak hukum, kita akan bekerjasa semaksimal mungkin,” kata Kapolres.