10 Bangunan di Pantai Depok Rusak Diterjang Abrasi, Warga Tetap Jualan

Kondisi Pantai Depok, Bantul setelah diterjang abrasi, Jumat (30/1/2020)-Harian Jogja - Jumali
30 Oktober 2020 18:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak 10 warung makan di Pantai Depok, Bantul rusak parah, menyusul abrasi yang menerjang pantai tersebut sejak Kamis (29/10/2020) petang.

Meski hancur, para pedagang tetap nekat membuka warung dan melayani para pengunjung yang hendak menyantap sea food.

Salah satunya yang dilakukan oleh Dardi Nugroho. Pemilik warung makan Salsabila 2 ini tetap membuka warung dan melayani pengunjung, kendati bangunan utamanya berupa pendopo yang menghadap langsung ke laut hancur terkena abrasi.

“Kami tetap buka. Seperti yang Anda lihat, kami tetap melayani pengunjung. Karena abrasi ini adalah tradisi, dan tidak perlu dikhawatirkan,” katanya di temui di warungnya, Jumat (30/10/2020).

Dargon panggilan Dardi Nugroho mengungkapkan, sejatinya, dirinya telah mewaspadai adanya abrasi. Hal ini diperlihatkan dengan upaya memasang batu yang dimasukkan ke dalam sak, untuk menghalau laju terjangan gelombang laut. Akan tetapi, di luar kendali, Kamis (29/10/2020) malam, bagian depan warungnya tetap terkena abrasi dan tersapu ombak.

“Karena khawatir akan membahayakan pengunjung maka pendopo saya copoti. Sementara pengunjung tetap kami layani tapi di pendopo bagian belakang,” lanjutnya.

BACA JUGA: Arab Saudi Izinkan Jemaah Umrah Luar Negeri Masuk 1 November 2020

Akibat abrasi ini, Dargon memperkirakan, rugi senilai Rp10 juta. Sebab, bagian lantai pendopo depannya mengalami kerusakan karena terkena abrasi. Bahkan, bagian depan pendopo depan banyak yang terangkut ombak.

“Kami terima kerugian ini. Sudah risiko karena warung kami ada di pinggir pantai,” katanya.

Ketua Koperasi Mina Bahari Pantai Depok Sutarlan mengungkapkan ada 10 warung yang terkena abrasi kali ini. Kendati demikian, banyak warung yang tetap buka dan melayani pengunjung.

“Mdmang sudah risiko mereka. Saya lihat mereka juga tidak ada masalah, dan tetap membuka warung,” katanya.