Bangkitkan Pariwisata, Dispar Gunungkidul Inisiasi Program Gebyar Tayub

Wisatawan memadati kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (29/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
01 November 2020 17:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata Gunungkidul berusaha memulihkan pariwisata dengan mengoptimallkan potensi kunjungan wisata lokal. Salah satu inovasi yang kini dilakukan adalah strategi penguatan pemasaran pariwisata melalui pengembangan model Gerakan Bersama Masyarakat Wisata Guyub (Gebyar Tayub).

Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan penyelenggaraan Gebyar Tayub adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui promosi pariwisata Gunungkidul secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Salah satu program Gebyar Tayub adalah menawarkan paket wisata lokal yang dikemas secara professional dengan harga terjangkau dengan sasaran dinas/instansi, BUMN, BUMD, swasta, Sekolah dan komunitas masyarakat di Gunungkidul dan luar Gunungkidul.

Baca juga: Protokol Kesehatan Tak Boleh Dilupakan Saat Liburan

Gerakan ini diharapkan bisa memberikan berbagai manfaat, seperti menggerakkan perekonomian daerah secara terpadu dan berkelanjutan melaui kegiatan kepariwisataan; meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; meningkatkan daya saing daya tarik wisata; meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan dan menciptakan agen pariwisata melalui kunjungan wisata.

"Sampai saat ini sudah ada banyak pihak yang terkait untuk mengikuti program Gebyar Tayub ini dan kami juga berharap selanjutnya seluruh OPD, lembaga dan instansi serta sekolah dapat mengikuti program ini," kata Asti, Minggu (1/11/2020).

Asti mengatakan program ini lahir fakta bahwa Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid 19 pada tahun ini. Jumlah perjalanan wisata dan kunjungan wisata menurun drastis yang berdampak pada terpuruknya usaha jasa pariwisata yang melibatkan banyak tenaga kerja.

Baca juga: Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor 2 Pekan Mulai Selasa, Sepeda Dilarang Berhenti

"Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul, walaupun sudah ada upaya ujicoba pembukaan destinasi secara terbatas sejak bulan Juni 2020, tingkat kunjungan wisata belum kembali pulih seperti sebelum pandemi, dari situlah kami menginisiasi program ini," ujar dia.

Dijelaskan stuktur Gebyar Tayub ini terdiri dari unsur penasehat, unsur pelaksana dan unsur pendukung. Unsur penasehat terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Kepala OPR terkait. Unsur Pelaksana terdiri dari asosiasi pelaku usaha jasa pariwisata Gunungkidul Tour & Travel Community, PHRI, HPI dan PPJI. Unsur pendukung terdiri dari OPD terkait, Forkom Pokdarwis, Forkom Desa Wisata yang terbagi dalam bidang destinasi, bidang industry – kelembagaan dan bidang pemasaran.