Debat Putaran Kedua, Kustini-Danang Beri Solusi Pembangunan Ramah Lingkungan

Calon Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Calon Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. - Ist/dok Tim Sukses.
06 November 2020 16:57 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Calon Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memastikan pembangunan Sleman ke depan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam debat Pilkada Sleman, Kamis (5/11/2020) malam, Danang Maharsa mendapatkan pertanyaan tentang upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun tetap mempertimbangkan dampak lingkungan hidup.

Dengan pembawaan yang tenang dan lugas, Danang Maharsa menyebutkan dirinya dan Kustini Sri Purnomo akan mengembangkan dan memfasilitasi industri yang minim limbah dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Danang Maharsa menyebutkan keberadaan 54.671 UMKM di Sleman menjadi bukti majunya industri ekonomi kreatif di Sleman yang tetap harus mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah.

Baca juga: Kaca Mobil PMI Kulonprogo Pecah Dirusak Orang

"Nanti selain adanya stimulan untuk menumbuhkan UMKM baru, UMKM yang sudah ada akan kita berikan pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.

Sektor kedua yang akan dikembangkan adalah jasa. Sektor Jasa diyakini Kustini Sri Purbomo dan Danang Maharsa adalah sektor yang bisa didorong untuk menumbuhkan ekonomi yang tetap berlandaskan prinsip ramah lingkungan hidup. "Sektor jasa ini juga minim menimbulkan limbah, sehingga kita akan dorong tumbuhnya ekonomi di sektor tersebut," katanya.

Kemudian sektor ketiga adalah potensi besar Kabupaten Sleman yang terbentang di wilayah Sleman yakni lahan pertanian. Ia menyadari Kabupaten Sleman menjadi penyangga ketahanan pangan di DIY. Oleh sebab Kustini Danang memastikan hal tersebut aman dan menyiapkan 18.000 hektar lahan pertanian pangan yang tidak akan dialihfungsikan.

Baca juga: Kasus Covid-19 DIY Kembali Pecah Rekor, Sekda: Harus Lebih Hati-Hati

"Kabupaten Sleman sudah ada Perda LP2B yang memastikan ketahanan pangan di Sleman tetap menjadi prioritas. Nantinya kami akan support bantuan alat pertanian dan subsidi lainnya untuk kembali menumbuhkan motivasi petani baik yang tua dan muda untuk menggarap sawahnya," terangnya.

Tantangan pembangunan infrastruktur dengan massifnya alihfungsi lahan, ditegaskan Danang Maharsa tidak bisa dihindari. Meskipun begitu, dirinya bersama Kustini Sri Purnomo memiliki solusi agar lahan pertanian pangan dan lahan konservasi tetap aman.

"Kami sangat konsen pada pembangunan yang tidak berdampak pada lingkungan hidup secara luas. Tentu dengan adanya Amdal, kita akan cermati hal itu dan tidak ada jalan pintas untuk itu," terangnya. (ADV)