Wow, SMK Negeri 3 Wonosari Jadi Percontohan BLUD

Ilustrasi sekolah - ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.\\n
06 November 2020 06:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – SMK Negeri 3 Wonosari menjadi salah satu dari tiga sekolah yang jadi percontohan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dari Pemerintah DIY. Rencananya operasional layanan ini baru dijalankan mulai 2021.

Kepala SMK Negeri 3 Wonosari, Siti Fadilah mengatakan, untuk saat ini perubahan menjadi BLUD di sekolahnya masih dalam tahapan persiapan. Rencananya operasional tersebut baru dijalankan mulai tahun depan. “Kami masih persiapan karena banyak yang harus disediakan untuk mendukung BLUD, salah satunya menyangkut Sumber Daya Manusia,” kata Siti, kemarin.

Menurut dia, sekolah dalam bentuk BLUD sudah banyak ditemukan di Jakarta atau Jawa Timur. Namun demikian, untuk di wilayah DIY masih tergolong baru karena baru ada tiga sekolah yang jadi percontohan. Selain SMK Negeri 3 Wonosari, pilot project juga dilakukan di SMK Negeri 1 Sewon dan SMK Negeri 6 Kota Jogja.

Baca juga: Vicky Prasetyo Klarifikasi Soal Lamarannya pada Shezy Idris

Disinggung mengenai dampak dari BLUD, Siti mengakui akan berpengaruh dalam layanan belajar siswa karena sekolah bakal memiliki teaching factory yang bisa digunakan untuk praktek dan hasilnya dijual ke masyarakat. Selain itu, keuntungan lainnya sekolah memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan keuangan, khususnya yang berkaitan dengan pendapatan asli sekolah.

Siti menuturkan, apabila dengan status yang biasa, pendapatan yang diperoleh harus disetorkan terlebih dahulu ke Pemerintah Daerah. Selanjutnya uang tersebut bisa dikembalikan lagi ke sekolah untuk menunjang program kegiatan yang dimiliki. Namun demikian, sambung dia, saat berstatus BLUD, maka kewajiban hanya sebatas melaporkan masalah keuangan, baik menyangkut masalah pendapatan maupun penggunaannya.

“Kami memiliki fleksibilas yang lebih. Misalnya pengeloalaan kantin, jika biasa maka hasil sewa kantin harus disetorkan dahulu ke Pemerintah DIY, tapi dengan BLUD kami hanya meyerahkan laporan keuangan yang dimiliki,” katanya.

Pengembangan Teaching Factory

Ditambahkan Siti, untuk pengembangan teaching factory rencananya akan disesuaikan dengan jurusan yang dimiliki. Yakni, jurusannya meliputi tata boga, mekanika eletronik, audio video, teknik eletronika insdutri, perhotelan. “Kami kembangkan sesuai dengan jurusannya,” katanya.

Baca juga: Memasuki Masa Sanggah, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diimbau Cermati Hasil Pendataan Pengukuran

Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin mengapresiasi ditetapkannya SMK Negeri 3 Wonosari sebagai BLUD milik Pemerintah DIY. Ia berharap penunjukan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga sekolah-sekolah lain bisa mengikuti apa yang telah dilaksnaakan di SMK Negeri 3. “Mudah-mudahan semua sekolah bisa mengikutinya,” katanya.