Memasuki Masa Sanggah, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diimbau Cermati Hasil Pendataan Pengukuran

Petugas pengukur dari Satgas A melakukan pengukuran bidang terdampak pembangunan jalan tol Joglo di Jobohan, Bokoharjo, Prambanan, Senin (19/10/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
05 November 2020 18:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Warga terdampak pembangunan tol Jogja-Solo di Purwomartani, Kalasan, Sleman mengikuti tahap masa penyanggahan atau keberatan terkait hasil pengukuran, pendataan dan pemberkasan. Tim appraisal akan masuk ketika proses ini sudah selesai dilewati.

Dukuh Kadirojo 2 Purwomartani Kalasan, Sleman Petrus Budi Santosa mengatakan tahapan proses pengadaan lahan tol Jogja Solo masuk tahap penyanggahan atau keberatan warga terkait hasil pengukuran, pendataan dan pemberkasan yang sebelumnya dilakukan oleh Satgas. Budi berharap warga mencermati hasil pengukuran dan pendataan lainnya agar kelak tidak menimbulkan masalah.

BACA JUGA : Proyek Tol Jogja-Solo Dimulai Bulan Depan, Kontraktor Minta

"Setelah berkas terkumpul semua, pengukuran luas tanah, luas bangunan, tanaman dan data lainnya, itu diumumkan. Kalau tidak sesuai dengan fakta di lapangan bisa disanggah. Waktu sanggahnya 14 hari semenjak diumumkan," katanya saat ditemui, Rabu (4/11/2020).

Dijelaskan Budi, selama masa sanggah ada sejumlah warga yang mengajukan revisi atau keberatan dengan hasil pengukuran tersebut. Selain masalah luas baik tanah maupun bangunan, jumlah tanaman yang tidak sesuai fakta di lapangan kemudian diubah. "Ada yang direvisi [disanggah] tapi tidak banyak, sekitar seperempatnya [warga terdampak]," kata Budi.

Dijelasakan Budi, di Kadirojo 2 terdapat penambahan jumlah bidang terdampak setelah pemasangan patok dan pengukuran di lakukan di lapangan. Bahkan ada warga yang sebelumnya tidak terdampak masuk menjadi warga terdampak. Mereka yang baru tahu masuk sebagai warga terdampak pun diminta untuk segera melengkapi berkas.

BACA JUGA : Hari Ini Lahan Tol Jogja-Solo Mulai Diukur 

"Ada yang bergeser dari peta sebelumnya. Gesernya cuma sedikit. Tapi itu membuat bidang yang sebelumnya tidak masuk jadi masuk. Kebanyakan sawah. Untuk Kadirojo 2 dari sebelumnya 70 bidang menjadi 80 bidang," katanya.

Jika proses pemberkasan dan masa sanggah selesai, diharapkan tim appraisal sudah bisa masuk. Kalau tim appraisal masuk, ia berharap sudah ada harga taksiran yang ditawarkan sehingga musyawarah dengan warga terdampak bisa dilakukan. "Makanya kami masih menunggu tindak lanjuti setelah proses masa sanggah ini selesai. Mudah-mudahan bisa sesegera mungkin," katanya.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi mengatakan pengumuman hasil pengukuran luas lahan dan bangunan serta tanaman sudah diumumkan di masing-masing padukuhan di Purwomartani.

BACA JUGA : Ada 5 Simpang Susun Tol Jogja-Solo, 3 Berada di Wilayah Ini

"Ini pengumuman daftar nominatif. Yang diumumkan hasil identifikasi dan inventarisasi, baik nama pihak yang berhak, luasan tanah dan bangunan serta tegakan yang ada di atas tanah. Untuk appraisal belum karena masih dalam masa 14 hari pengumuman," katanya.

Menurut Galih, tidak ada perubahan trase jalan Tol Jogja Solo. Kalaupun ada pergeseran pemasangan patok, Satker hanya mengikuti patok yang telah di pasang oleh konsultan. Hal itu lebih pada masalah teknis saja. "Soal posisi patok, memang dipasang di lokasi yang tidak mengganggu mobilitas warga, tapi posisi koordinatnya harusnya ada di sekitaran sana. Entah di dalam rumah atau di jalan. Biasanya dikasih tanda posisi seharusnya," kata Galih.

Terkait penambahan jumlah bidang, kata Galih, terjadi karena waktu sosialisasi awal data yang ditampilkan baru data awal saja dan belum terlalu mendetail. "Kalau ekarang pastinya kami mengikuti patok yang dipasang oleh konsultan. Yang jelas tidak ada perubahan rencana pembangunan jalan tol Jogja Solo.  Pembangunan nya memang diprioritaskan di Jawa Tengah untuk menyambungkan dengan tol Solo Ngawi," katanya.