Proyek Tol Jogja-Solo Dimulai Bulan Depan, Kontraktor Minta Restu Sri Sultan

Ilustrasi. - Freepik
15 Oktober 2020 23:47 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pembangunan jalan Tol Jogja-Solo akan dimulai pada November bulan depan.

Komisaris Utama PT Daya Mulia Turangga Gama, Edy Yosif bersama jajarannya dan Komisaris Utama PT Jogjasolo Marga Makmur, Anang Adji Sunoto bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Kamis (15/10/2020).

Pertemuan yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Jogja, ini bertujuan memohon arahan sekaligus restu dari Gubernur DIY untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan proyek jalan tol Jogja-Solo.

BACA JUGA: Bukan 25 Kali, Ini Perhitungan Pesangon Pensiun Buruh dalam UU Cipta Kerja

“Kami melapor bahwa akan segera mulai pelaksanaan, beliau sangat mengapresiasi dan meminta segera, tak hanya dari arah Solo namun juga dari Jogja dan Kulonprogo juga dipercepat mulai pembebasan lahan tahun ini,” jelas Anang Komisaris Utama PT Jogjasolo Marga Makmur, seusai bertemu dengan Sultan, seperti dikutip dari jogjaprov.go.id, Kamis (15/10/2020).

Proyek jalan Tol Solo-Jogja-Yogyakarta International Airpot (YIA) Kulonprogo sepanjang 96 km ini rencananya mulai digarap pada November 2020 dan bisa beroperasi paling lambat 2023. Nilai investasi proyek tol Jogja-Solo ini mencapai RP26,6 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY yang didampingi oleh KPH Yudhanegara memberikan arahan bahwa pengerjaan tersebut harus memenuhi standar kualitas jalan tol yang baik, dengan pengawasan pelaksanaan yang berkompeten dan berkomitmen. Pemda DIY mendukung segera dilaksanakan pekerjaan pembangunan Tol Jogja-Solo untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di DIY dan sekitarnya.

Pada awal pelaksanaanya akan ada prosesi upacara “Buka Bumi”, yaitu acara peresmian sebagai simbol dimulainya suatu proyek pembangunan agar pengerjaan proyek jalan Tol Jogja-Solo dapat berjalan dengan lancar. Proyek pembanguan jalan Tol Jogja-Solo akan melibatkan putra daerah, PT Cahaya Kencana Mas yang ditunjuk sebagai mitra untuk pelaksanaan di daerah.