Cangkringan Zona Hijau, Pengungsi Belum Perlu Jalani Rapid Test

Suasana pengungsian di barak yang terletak di belakang Balai Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
08 November 2020 11:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan ratusan lansia yang sudah mengungsi di Balai Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, sejak Sabtu (7/11/2020) sore belum perlu menjalani rapid diagnostic test (RDT) berkaitan dengan status zonasi Covid-19 Kapanewon Cangkringan termasuk sebagai zona hijau.

Bupati Sleman, Sri Purnomo saat meninjau pengungsian pada Sabtu petang menuturkan pihaknya akan mengupayakan supaya pengungsi bebas dari Covid-19. Kendati demikian, langkah untuk melakukan RDT bagi pengungsi dirasa belum diperlukan.

"Masyarakat Cangkringan itu termasuk zona hijau, mereka aman," tegas Sri di sela-sela meninjau pengungsian di Balai Kalurahan Glagaharjo, Sabtu.

Baca juga: Warga Kemalang Klaten Lihat Kidang Turun Gunung Merapi

Sebanyak 133 warga rentan yang tinggal di Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman sudah turun ke Balai Kalurahan Glahaharjo untuk mengungsi menyusul naiknya status Gunung Merapi dari waspada (level II) ke siaga (level III). Oleh petugas, masing-masing dari mereka ditempatkan di dalam bilik berukuran 2,4 x 1,5 meter yang disekat partisi untuk memastikan satu sama lain menjaga jarak.

Pembuatan bilik untuk pengungsi ini tidak terlepas dari upaya Pemkab Sleman memastikan tidak terjadi penularan Covid-19 di kalangan pengungsi. Selain itu, di sejumlah titik juga dipasangi wastafel untuk cuci tangan yang hingga Sabtu petang jumlahnya terus ditambah.

"Fasilitas sambil kita terus benahi. Ada tambahan musola nanti kita siapkan," ujar Sri.

Lantaran Cangkringan termasuk zona hijau, menurutnya justru ancaman penularan Covid-19 ada pada pendatang yang meninjau lokasi pengungsian. Sehingga, ia meminta seluruh pihak untuk senantiasa menggunakan masker saat berada di kawasan pengungsian dan mencuci tangan dengan sabun di wastafel yang sudah tersedia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menuturkan tiga kalurahan di lereng Gunung Merapi memang berstatus zona hijau Covid-19. Tiga kalurahan tersebut antara lain Kalurahan Glagaharjo, Kepuharjo, dan Umbulharjo di Kapanewon Cangkringan.

Baca juga: 415 Tempat Wisata di Jateng Sudah Dibuka Kembali

"Kalau di-breakdown tingkat kalurahan, tiga kalurahan di lereng Merapi hijau semua. Maka yang penting adalah pembatasan pengunjung dari luar," tegas Joko.

Selain itu, bagi warga di pengungsian ia minta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Tak hanya mencuci tangan dan menggunakan masker, melainkan juga meningkatkan asupan gizi dan mengonsumsi suplemen dan vitamin.

Pihaknya juga sudah membuka posko kesehatan bagi pengungsi di barak. Sehingga, umumnya lansia yang memiliki komorbid bisa dipantau kondisi kesehatannya. "Akan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pengungsi," ujarnya.