Atrium Hotel & Sahabat Jogja Sambangi PP AINUL YAKIN

Tim The Atrium Hotel and Resort bersama Abi Guru Isma Al Matin Direktur PP Ainul Yakin (kanan). (ist)
08 November 2020 17:07 WIB Media Digital Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—The Atrium Hotel and Resort bersama para pelaku wisata yang tergabung dalam komunitas Sahabat Jogja Berbagi menyambangi Pondok Pesantren (PP) Ainul Yakin di Tepus, Gunungkidul. 

Kegiatan ini untuk melanjutkan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) berbagi beras yang menjadi program bulanan hotel bintang 4 yang terletak di Jalan Kebon Agung No. 20 Sendangadi Mraen Sleman ini. Sebelumnya hotel ini sempat tutup dua bulan karena pandemi Covid-19.

"Kami mulai lanjutkan bagi beras meski dalam kondisi belum begitu pulih. Kami pun sangat senang program ini berbarengan dengan program dari komunitas Sahabat Jogja Berbagi, semoga bisa menginspirasi hotel yang lain," kata Adin Jumiadi General Manager The Atrium Hotel and Resort seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (8/11).

Pradiyanto Datu Jatmiko, Ketua Panitia acara dari Komunitas Sahabat Jogja Berbagi mengatakan karena Covid-19 pariwisata seperti mati suri namun para pelaku wisata tetap berkeinginan untuk berbagi kepada anak-anak berkebutuhan khusus.  “Kami membawakan uang tunai, sembako, peralatan mandi dan bibit cabai untuk melengkapi kebutuhan di sini,” katanya.

PP Ainul Yakin merupakan tempat untuk menampung anak berkebutuhan khusus Special Children City dengan jumlah 108 santri dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu serba bantu, arahan bantu dan mandiri. Selain itu acara yang diadakan pada Jumat (6/11) ini menjadi wadah silaturahmi dengan dihadiri KBO Narkoba Polda DIY AKBP Hari Triyana SE MH, Gusti Raden Ayu Putri Warsitonegoro, beserta tamu undangan dan tokoh masyarakat.

Menata Alam

Sumbangan secara simbolis diterima oleh Abi Guru Isma Al Matin sebagai Direktur PP Ainul Yakin.  “Saya berterima kasih meski pariwisata dalam kondisi sulit masih ingat dengan kami,” ucapnya.

Di pondok pesantren Ainul Yakin kebanyakan mereka tidak dianggap masyarakat sekitar bahkan oleh keluarga sendiri.  “Isinya komplit ada mantan narkoba, orang mbeling , mantan klitih, depresi, gangguan jiwa bukannya dijauhi harusnya mereka diberikan tempat untuk belajar, terapi, bekerja, berkeluarga sampai mereka meninggal di sini,” ujarnya.

Ia juga meyakini pondok pesantrennya akan menjadi ikon dan satu-satunya wisata terapi, edukasi dan religi di Gunungkidul dengan melakukan berbagai persiapan. “Menyiapkan taman margasatwa dengan tidak mengubah tapi lebih menata alam, pengembangan homestay, kebun buah, pengembangan SDM dan pastinya promosi yang dibantu oleh para pelaku wisata,” katanya.

Doa dan touring area pondok menjadi penutup program ini diharapkan terus berlanjut dan keadaan segera normal sehingga pariwisata segera pulih kembali, The Atrium Hotel and Resort Yogyakarta, Genuine Hospitality. (ADV)