Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Kalangan pengusaha Malioboro di Kompleks Kepatihan, Selasa (10/11/2020)./Harian Jogja-Hery Setiawan (ST18)
Harianjogja.com, JOGJA—Kebijakan uji coba semi-pedestrian Malioboro membuat Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) kaget. Baik Pemprov DIY maupun Pemkot Jogja dianggap tak pernah melibatkan ataupun menyosialisasikan rencana penyusunan kebijakan tersebut. Apalagi, uji coba dilangsungkan selama dua pekan.
"Kami justru tahu dari media dan selama ini tidak pernah dilibatkan [oleh pemerintah]. Apalagi, pemberlakuannya sampai dua pekan," ujar Ketua PPMAY, Sadana Mulyono di kompleks Kepatihan, Selasa (10/9/2020).
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Dalami Dugaan Penggunaan Mobil Dinas saat Debat Paslon
Sadana mengatakan pemerintah seolah tak mengajak bicara pengusaha yang saban hari menjajakan dagangannya di kawasan Malioboro. Padahal, para pengusaha yang didominasi oleh pemilik toko dikatakan sebagai kelompok masyarakat terdampak dari kebijakan tersebut.
Sebelumnya, PPMAY menyebut adanya penurunan pendapatan sebesar 80% sejak penerapan ujicoba semi-pedestrian atau bebas kendaraan di Jalan Malioboro. Kondisi itu bagi para pemilik toko bak jatuh tertimpa tangga. Belum pula bangkit dari dampak Pandemi Covid-19, mereka justru dihadapkan pada kebijakan yang cukup memberatkan. Atas dasar itulah, pihaknya meminta agar pemerintah mau mendengar suara mereka.
"Kami sebenarnya ikut saja dengan kebijakan ini. Tapi ya harusnya kami dilibatkan dan aspirasi kami ditampung. Supaya kebijakan ini ada solusi dan kami bisa bernafas," pintanya.
BACA JUGA: Akhir Tahun, TWC Upayakan Penambahan Kuota Jumlah Wisatawan
PPMAY pun meminta kepada pemerintah untuk merumuskan ulang kebijakan semi-pedestrianisasi Malioboro. Kata Sadana, tak masalah jika Malioboro diterapkan aturan tanpa kendaraan. Hanya saja, waktunya cukup beberapa jam saja lantaran Malioboro merupakan jalur keluar-masuk utama para pemilik toko.
"Kalau beberapa jam saja kan kami juga bisa kirim barang dan bisa akses jalan. Karena kebanyakan pedagang yang di Malioboro itu hanya punya satu akses saja sehingga mau tidak mau mesti lewat Malioboro," katanya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan PPMAY, Karyanto Yudomulyono menuturkan bahwa pemerintah seolah tak mau mendengar aspirasi dan suara para pengusaha. Permohonan audiensi, katanya telah berkali-kali diajukan. Sayangnya, pemerintah seperti tak acuh dan tak mau menyediakan waktu untuk menerima audiensi.
"Suara kami tidak ditanggapi dan sudah sering sekali kami berkirim surat. Ini yang kali ketiganya kami kirim surat," kata Karyanto.
Kepala Sat Pol PP DIY, Noviar Rahmad, yang menemui puluhan pemilik toko yang tiba di Kepatihan, menyebut surat yang diajukan oleh PPAMY baru pada masuk Senin sore kemarin. Sementara itu, baik Sultan maupun Sekda belum bisa menemui atau menerima audiensi dari PPAMY lantaran sudah punya agenda lain.
"Hari ini Ngarso Dalem [Sultan] dan Pak Sekda ada agenda lain. Jadi mungkin nanti coba dijadwalkan ulang. Pasti ditemui, kemarin dari perwakilan mahasiswa dan buruh ditemui juga dan didengar aspirasinya. Jadi kami pastikan akan ditemui dan dapat berdialog nantinya," ucap Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.