Tengah Malam, Dapur dan Kandang Milik Warga Kokap Terbakar

Tim Damkar Kulonprogo saat melakukan pemadaman api di sebuah rumah di Dusun Selo Barat, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Senin (9/11/2020) malam. - Ist/dok
11 November 2020 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kebakaran melanda sebuah rumah di Dusun Selo Barat, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Senin (9/11/2020) malam. Akibat peristiwa ini, dapur dan kandang ternak yang ada di belakang rumah tersebut ludes dilalap api.

Petugas Pemadam Kebakaran Kulonprogo, Nevo Roby Haryadi mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Diduga kebakaran ini dipicu oleh bekas kayu bakar yang digunakan pemilik rumah, Slamet Raharjo, 55, untuk memasak belum dimatikan.

Baca juga: Ini Arah Luncuran Erupsi Merapi Menurut Perhitungan BPPTKG

"Pemilik rumah baru baru saja memasak dengan kayu bakar di ruang dapur yang berdekatan dengan kandang, diduga bara api dari pembakaran itu belum mati sehingga menyambar barang-barang sekitar yang mudah terbakar," kata Nevo, dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/11/2020) siang.

Nevo menjelaskan, semula bara api dari aktivitas memasak itu membakar bagian kandang. Setelah itu, merembet hingga membakar sebagian bangunan dapur. "Saat kejadian angin sedang bertiup cukup kencang sehingga nyala api mudah membesar," ujarnya.

Baca juga: Sultan HB X Minta Cegah Diskriminasi di Barak Pengungsian Merapi

Peristiwa itu berlangsung cukup cepat sehingga pemilik rumah tidak sadar bahwa sebagian bangunan rumahnya sudah terbakar. Si pemilik kemudian meminta tolong warga sekitar untuk membantu proses pemadaman, bersama Damkar Kulonprogo, Kepolisian, TNI, Taruna Agni Kulonprogo, TRC BPBD Kulonprogo dan RAPI Kokap.

Kapolsek Kokap, AKP Sujarwo mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Adapun total kerugian yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai Rp8 juta meliputi hangusnya kandang dan sebagia banguann dapur.

"Tidak korban jiwa, tapi berdasarkan hasil pendataan kami kerugian yang diderita mencapai Rp8 juta," ujarnya.