Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA—Kejujuran seluruh elemen masyarakat dalam proses administrasi pendistribusian bantuan sosial (bansos) tunai menjadi salah satu faktor penentu bantuan tersebut tepat sasaran atau tidak.
Dalam sesi gelar wicara yang digelar di salah satu radio swasta di Jogja, Rabu (11/11/2020), Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jogja Agus Sudrajat mengatakan proses pendistribusian bansos tunai dikerjakan secara sinergis oleh Dinsos Jogja dan PT Pos Indonesia. Sebelum proses distribusi, kata dia, Dinsos Jogja mengelola data calon penerima BST yang kemudian dimutakhirkan dalam bentuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pengelolaan data itu bertujuan menghindari kemungkinan pembagian BST yang tidak tepat sasaran dan dobel.
Dia menjelaskan bansos tunai menyasar seluruh keluarga yang tercatat sebagai keluarga miskin dengan didasarkan pada 16 parameter yang ditinjau dengan baik secara berkas maupun data lapangan. “Itulah sebabnya, diperlukan kerja sama semua pihak. Termasuk dari masyarakat sendiri. Harapannya ini bisa meminimalkan bantuan yang tidak tepat sasaran,” ucap dia melalui siaran pers yang diterima Harianjogja.com, Kamis (12/11/2020).
Kepala Kantor Pos Yogyakarta. Arif Yudha Wahyudi mengatakan saat ini pihaknya mengurus 60.900 penyerapan data bantuan di dua wilayah, yaitu Sleman dan Kota Jogja serta beberapa irisan wilayah Bantul.
Prosedur penyerapan, kata dia, dibagi menjadi dua. Pertama, dilakukan melalui komunitas yang ada di lingkungan sekitar penerima bantuan. Dengan begitu, bantuan nantinya bisa diambil oleh warga sekitar langsung, dengan sistem kupon antrean.
“Bantuan tersebut bisa diambil dalam kurun waktu sampai dengan satu bulan. Prosesnya dilakukan dengan memindai barcode DTKS; mengecek data informatif; bersedia difoto untuk bukti pengambilan,” ucap dia.
Kedua, lebih ditekankan untuk masyarakat yang lansia dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengambil bantuan secara mandiri.
“Kerja sama antara semua pihak memudahkan penyerapan bantuan. Lebih khusus lagi, penyerapan bantuan yang tepat sasaran. Dengan begitu masyarakat yang menerima bantuan adalah masyarakat yang benar-benar salam keadaan yang kurang mampu.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Kemenkes menerbitkan SE terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Simak imbauan untuk fasilitas kesehatan dan masyarakat.
Perguruan tinggi perlu memastikan lingkungan kampus terbebas dari kekerasan serta memiliki mekanisme yang jelas untuk menangani kasus ketika kekerasan terjadi.
Delapan bandara ditutup akibat abu vulkanik erupsi GAK. Menhub membuka lima bandara alternatif selama 24 jam untuk menjaga mobilitas.
Fabio Grosso resmi dipecat Fiorentina setelah tiga kekalahan beruntun di Serie A 2026/27, termasuk kekalahan dari Torino