Jemaah Terus Bertambah, Umat Katolik di Sentolo Ingin Segera Bangun Gereja Baru

Salah satu anggota Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda DIY mengecek Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates, Minggu (23/12/2018). - Harian Jogja/Jalu rahman Dewantara
13 November 2020 08:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Umat Katolik di Bonoharjo, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo berharap Kementrian Agama (Kemenag) setempat bisa segera menerbitkan surat rekomendasi untuk pembangunan Gereja Beatae Mariae Matris Boni Concili di wilayah tersebut.

Ketua Panitia Pembangunan, Michael Wasi Hanjoro Widi menerangkan pembangunan gereja baru ini sangat diperlukan lantaran gereja yang sekarang mereka gunakan, yaitu Gereja Paroki Administratif Santa Maria Mater Dei Bonoharjo sudah tidak mampu menampung lebih banyak jemaah.

"Umat Katolik di wilayah Paroki Bonoharjo lebih dari 2.000 orang. Sementara gereja yang lama tidak mampu lagi menampung jemaah. Apalagi kalau pas hari besar, banyak saudara-saudara dari luar kota yang bergabung. Untuk itu gereja akan dipindahkan ke sebelah barat yang tanahnya lebih luas. Hal ini sekaligus untuk antisipasi kalau terjadi pelebaran jalan,” jelasnya, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Merapi Siaga, Harga Ternak Sapi Anjlok

Widi mengatakan pembangunan gereja baru tersebut direncanakan mulai pada Januari 2021 dengan target pembangunan selama satu tahun. Pihak gereja kata dia juga berusaha untuk melakukan penataan lingkungan di sana. Selama proses itu berlangsung, pihaknya mengharapkan agar rekomendasi dari Kankemenag Kulonprogo terkait pembangunan gereja ini dapat segera turun.

"Kami harap rekomendasi dari Kemenag dapat segera turun sehingga proses pembangunan bisa berjalan lancar," ujar dia.

Ketua Paroki Administrasi Bonoharjo, Rm. Petrus Noegroho Agoeng Sriwidodo, Pr. mengatakan pembangunan gereja baru merupakan hal yang vital dan perlu segera direalisasikan. Sebab sejak adanya peningkatan status gerja lama dari Stasi menjadi Paroki Administratif, Jemaah yang dilayani bertambah cukup banyak. Dari yang semula sekitar 1.700 orang kekinian menjadi 2.500 orang.

“Untuk itu kami akan membangun gereja yang baru dan lebih besar. Bangunan lama hanya muat 300 umat, sedang yang baru nanti akan mampu menampung 900 jemaah,” ujarnya.

Baca juga: Cegah Truk Masuk, Jalur ke Gendol Ditutup

Menanggapi hal itu, Kemenag Kulonprogo telah melakukan verifikasi lapangan di lokasi yang bakal dibangun gereja baru. "Verifikasi lapangan kami lakukan dalam rangka pembinaan terhadap umat beragama. Pembangunan tempat ibadah/rumah ibadah, semua harus berpedoman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Kepala Kemenag Kulonprogo, Ahmad Fauzi.

Ahmad mengatakan pihaknya sudah meneliti berkas-berkas permohonan rekomendasi pembangunan gerja itu dari panitia. Secara administrasi lanjut dia, berkas permohonan itu tidak ada masalah. Namun demikian pihaknya perlu keterangan lebih lanjut terkait rencana pembangunan tersebut, sebagai bahan untuk melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Bupati Kulonprogo.

"Hal ini terkait dengan terbitnya Peraturan Bupati yang secara detail mengatur tentang pembangunan rumah ibadah/tempat ibadah, meski di masa transisi, berharap segera bisa tersosialisasikan lebih awal," ujarnya.