Cegah Covid-19, Ribuan Santri Ponpes di Bantul Akan Di-rapid Test

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
16 November 2020 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 3.000 santri putra di Bantul akan diminta ikut rapid test massal untuk mencegah penularan Covid-19 di pondok pesantren tersebut.

Sekda Bantul Helmi Jamharis, Senin (16/11/2020) mengatakan masih ada sebanyak 3.000 santri putra yang rencananya akan dirapid test untuk mencegah penularan Covid-19 di pondok pesantren tersebut. Mengenai kapan pelaksanaan rapid test untuk 3.000 santri putra, Helmi enggan berkomentar.

Pada Senin (16/11/2020) ini, sebanyak 83 santri putri di pondok pesantren Islamic Centre Bin Baz, Piyungan reaktif saat dilakukan rapid test massal.

Baca juga: Kantor Disdukcapil Kulonprogo Ditutup Tiga Hari setelah Ada ASN Terjangkit Covid-19

Oleh Dinas Kesehatan Bantul, para santri yang reaktif tersebut langsung diuji swab dengan menggunakan mobil PCR yang telah disediakan.

“Dari jumlah 83 santri putri yang reaktif ini bisa saja bertambah. Sebab ada 40 yang masih menunggu hasil. Sedangkan total peserta rapid test hari ini ada 700 santri putri,” kata Helmi.

Selain santri putri, Helmi mengungkapkan, masih ada sebanyak 3.000 santri putra yang rencananya akan dirapid test untuk mencegah penularan Covid-19 di pondok pesantren tersebut. Mengenai kapan pelaksanaan rapid test untuk 3.000 santri putra, Helmi masih enggan berkomentar.

Baca juga: Kantor Disdukcapil Kulonprogo Ditutup, Warga Bisa Gunakan Pelayanan Online

“Ini adalah upaya kami menelusur dan mencegah terjadinya klaster di pondok pesantren. Saat ini kami memang sedang fokus ke pondok pesantren lebih dulu,” terang Helmi.

Mengenai langkah untuk santri yang nantinya dinyatakan positif di Bin Baz, Pemkab kata Helmi telah berkoordinasi dengan pengelola pondok. Telah ada ruang khusus di lingkungan pondok untuk isolasi bagi santri yang positif Covid-19.

“Akan disendirikan. Kali ini pengelolaan lebih terstruktur,” lanjutnya.