Guguran Material Vulkanik Meluncur Sejauh 500 Meter dari Puncak Merapi

Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, Minggu (12/4/2020). - ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
17 November 2020 20:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guguran material vulkanik meluncur sejauh 500 meter dari puncak Merapi pada Selasa (17/11/2020). Adapun suara guguran terdengar sebanyak dua kali selama pemantauan dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Kepala BPPTG Hanik Humaida menjelaskan, guguran material vulkanik terpantau sekali mengarah ke Kali Trising, Senowo dengan jarak luncur 500 meter. Selain itu terdengar dua kali suara guguran yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan. Guguran tersebut merupakan hasil pantauan dari pukul 06.00 WIB hingg 12.00 WIB.

BACA JUGA : Senin Petang, Terdengar 2 Kali Suara Guguran Material

“Guguran teramati sekali mengarah ke Kali Trising dan Senowo dengan jarak 500 meter. Selain itu suara guguran terdengar sedang sebanyak dua kali [terpantau dari pos pengamatan] dari Babadan,” ungkapnya Selasa (17/11/2020).

Pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB dilaporkan gempa guguran terjadi delapan kali, gempa embusan lima kali, gempa fase banyak 51 kali dan gempa vulkanik dangkal 11 kali.

Sedangkan untuk pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB dilaporkan tidak terlihat adanya guguran material maupun suara guguran. Periode ini terjadi gempa guguran tercatat 13 kali, gempa embusan 13 kali, gempa fase banyak 94 kali, gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak 10 kali.

“Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah,” katanya.

BACA JUGA : Jumlah Pengungsi Merapi Naik, Pagi Pulang & Sore Balik

Sebelumnya BPPTKG memastikan belum ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya naik menjadi Siaga. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.

Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.