Merapi Bergejolak, Perbaikan Jalur Evakuasi Dikebut

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 November 2020 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Haranjogja.com, SLEMAN- Proses perbaikan jalur evakuasi yang rusak di lereng Gunung Merapi terus dikebut. Tidak hanya di Glagaharjo, pengerjaan jalur evakuasi juga dilakukan di Umbulharjo, Cangkringan.

Ditargetkan, perbaikan jalur evakuasi ini selesai seluruhnya pada 30 November mendatang.

Lurah Umbulharjo Suyatmi mengatakan jalur evakuasi dari watuadeg hingga Hunian Tetap (Huntap) Plosokerep dalam proses perbaikan. Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas menambal aspal yang mengelupas. Agar proses perbaikan berjalan lancar, katanya, sejak Selasa (17/11) akses jalan tersebut ditutup sementara.

"Ditutup sampai 30 November. Perbaikan jalur evakuasi yang rusak hanya penambalan. Rencananya dari watuadeg sampai huntap Plosokerep," ujar Suyatmi kepada Harian Jogja, Rabu (18/11/2020).

Kabid Binamarga DPUPKP Sleman, Achmad Subhan mengatakan perbaikan jalur evakuasi seluruhnya ditarget selesai pada akhir November ini. Perbaikan jalur evakuasi di Watuadeg hingga Plosokerep dilakukan sepanjang 2,9 km. "Untuk perbaikan menggunakan cor beton tidak bisa dilakukan tahun ini, baru bisa dikerjakan tahun depan," katanya.

Perbaikan jalur evakuasi di Srunen dan Singlar, Glagaharjo sepanjang 1km ditarget selesai pekan ini. Perbaikan hanya dilakukan dengan cara menambal jalan-jalan yang berlubang. Jika proses perbaikan tidak segera diselesaikan dikhawatirkan dapat menghambat proses evakuasi. "Pekan ini selesai. Kami juga sedang menyelesaikan pengerjalan ruas jalan Bronggang-Kopeng, Wukirsari. Ini merupakan jalur ekonomi wilayah dan bisa digunakan untuk jalur evakuasi dan umum," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto mengatakan proses pengecoran jalan jalur evakuasi diperkirakan selesai sebelum 30 November. Dia menyontohkan pengecoran jalur evakuasi di Banjarsari dari 2,2 km saat ini hanya tersisa 300 meter saja. "Tinggal sedikit lagi. Kami ingin secepatnya selesai. Targetnya sebelum 30 November," ujarnya.