BNPB Serahkan 2.500 Alat Swab Antigen ke Barak Pengungsian Merapi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Mondardo saat mengunjungi pengungsi yang berada di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis (19/11/2020) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
20 November 2020 07:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Mondardo mengunjungi pengungsi yang berada di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis (19/11/2020) sore. Dalam kunjungan tersebut, BNPB memberikan bantuan sebanyak 2.500 swab antigen Covid-19.

Tidak hanya ribuan unit swab antigen, BNPB juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 miliar kepada pemerintah kabupaten yang terdampak secara langsung terhadap ancaman bahaya Gunung Merapi. Di antaranya, kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang.

"Kami berharap, setiap tempat pengungsian bisa memberikan pelayanan, termasuk makanan, air bersih, sanitasi, dan faktor keamanan dan kenyamanan serta faktor kesehatan bagi pengungsi," ujar Doni Monardo saat diwawancarai di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis (19/11/2020).

Untuk mendukung kesehatan pengungsi di tengah pandemi Covid-19, BNPB memberikan ribuan unit swab antigen. Pemberian alat tes Covid-19 tersebut digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan para relawan maupun pemberi bantuan yang berasal dari luar Glagaharjo yang berada di barak pengungsian.

Baca juga: Kulonprogo Tambah 10 Kasus Baru dari Klaster Disdukcapil

"Kami dukung untuk penanganan Covid-19. Alat penanganan Covid-19 seperti tes swab antigen. Mudah-mudahan ini bisa memberikan bantuan kepada pemerintah daerah yang berada di tempat untuk melayani masyarakat yang ada di pengungsian," sambung Doni.

Sebanyak 2.500 tes swab antigen tersebut nantinya, lanjut Doni, akan diatur oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Dinas Kesehatan dinilainya mempunyai kemampuan untuk melakukan pendistribusian maupun pengecekan terhadap kesehatan relawan yang ada di sekitar barak pengungsian.

"Jumlahnya sebanyak 2.500 swab antigen. Penanganannya akan diatur dinas kesehatan. Itu harus dilakukan petugas medis yang sudah diberikan pelatihan. Kalau pengungsi relatif aman, maka tes dilakukan bagi mereka (relawan maupun pemberi bantuan) yang berada di pengungsian," terangnya.

Doni berpesan agar arus keluar masuk orang di pengungsian juga dijaga dengan baik. Orang nomor satu di BNPB ini meminta agar petugas mampu meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 yang terjadi di barak pengungsian.

"Jangan sampai ada orang baru datang. Kita tidak tahu kondisinya, tapi sudah positif Covid-19, OTG, asimtomatik sehingga bisa menulari kepada pengungsi yang belum terpapar Covid-19. Ini yang harus kita jaga betul, jangan sampai muncul klaster baru di pengungsian," ungkap Doni.

Baca juga: Macan Tutul Belum Turun dari Merapi

Alat swab antigen sendiri diklaim oleh Doni Monardo mampu mengetahui seseorang terpapar atau tidak terpapar Covid-19 hanya dalam kurun waktu antara tiga sampai dengan lima menit.

"Tadi sudah dibawa 2.500 unit [swab antigen]. Sudah siap dipakai. Dan itu [swab antigen] untuk mengetahui seseorang terpapar atau tidak hanya butuh waktu tiga sampai lima menit. Hanya akurasinya tidak 100 persen seperti swab PCR. Tapi sekitar 80 persen," sambung Doni.

Adapun, bantuan uang tunai sendiri juga diberikan kepada empat kabupaten yang terdampak bahaya Gunung Merapi. Total sebanyak Rp4 miliar diberikan kepada empat kabupaten. Tiap kabupaten menerima bantuan sebanyak Rp1 miliar.

"Bantuan uang tunai diserahkan kepada empat kabupaten. Ada empat kabupaten yang diberikan, Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Artinya, kabupaten yang terdampak langsung. Bantuan ini bisa membantu langsung masyarakat pengungsi," pungkas Doni.

Arahan dari Presiden

BNPB selalu mendapatkan arahan dari Presiden Jokowi. Informasi kebencanaan harus dari data ilmiah yang keabsahannya sudah teruji. Artinya melibatkan pakar dan ahli. BNPB memang sempat melakukan pertemuan dengan BPPTKG seiring dengan meningkatnya status Gunung Merapi menjadi siaga level tiga.

"Pertemuan kami tadi dengan BPPTKG, setiap hari akan ada informasi yang disampaikan. Saya harap informasi satu pintu. Tidak boleh mendapat informasi dari pihak lain. Sehingga, tidak ada berita yang membuat masyarakat menjadi panik dan terganggu kesiapannya. Suasana ini harus kita jaga. Kekompakan dan kebersamaan. Tugas-tugas kemanusiaan membutuhkan kesabaran dalam penanganannya," pungkas Doni.