Ada Penolakan Jalur Satu Arah, Dishub Kota Jogja: Karena Belum Terbiasa

Aksi damai warga Ngampilan menolak kebijakan lalu lintas satu arah Jalan Letjend Suprapto, Kamis, (19/11 - 2020)/Harian Jogja / Hery Setiawan
22 November 2020 18:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penerapan sistem satu arah pada ruas suatu jalan bukanlah hal yang baru terjadi di Kota Jogja. Namun penerapan sistem satu arah di Jalan Suprapto akhir-akhir ini justru berujung penolakan sejumlah warga bahkan diaspirasikan melalui demonstrasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan penerapan sistem giratori pendukung pedestrianisasi Malioboro ditetapkan setelah melalui kajian panjang. Arif menyebut jika kajian giratori kawasan Malioboro sudah dikaji sejak 2014.

"Situasi Ini [sistem geratori] sudah dikaji lama, sudah 2014 malahan sistem giratori. Ini kan salah satu upaya kita meningkatkan kelancaran aksesbilitas lalu lintas masyarakat untuk tidak macet," jelas minggu (22/11).

BACA JUGA : Warga Ngampilan Jogja Turun ke Jalan Tolak Pemberlakuan

Sekedar untuk diketahui, sistem giratori lalu lintas adalah suatu kawasan pusat kegiatan yang dikelilingi oleh ruas-ruas jalan dengan pengaturan rekayasa lalu lintas sistem satu arah sehingga kawasan tersebut berfungsi layaknya bundaran besar.

Arif berpendapat jika arus lalu lintas yang macet dapat berpotensi pada aktivitas perekonomian. "Orang kalau jalanan macet, ah males lah ke sana jalanannya macet, [membentuk] persepsi juga kan," ujarnya.

Perihal penerapan sistem satu arah di Jln. Suprapto yang alami beberapa penolakan, Arif menilai sejumlah masyarakat hanya belum terbiasa. Menurutnya bila sudah terbiasa, masyarakat mulai melintasi Jln. Suprapto hanya untuk menuju lokasi yang memang terletak di sana.

"Nanti semua masyarakat sudah terbiasa, sudah mulai terbiasa melewati jalur yang memang tujuannya ke sana nanti tidak masalah," ujarnya.

"Di Jogja [perubahan sistem jalan satu arah] bukan yang pertama, ada di Jln. Prof. Yohanes dan Jln. Simanjuntak. Di sana pun ekonomi tetap tumbuh tidak lantas mati bahkan cenderung lebih ramai karena masyarakat tidak males karena jalannya macet. Ini kan menurut kami [sistem satu arah] seperti itu teknisnya agar jalanan di Kota Jogja agar tidak terjadi traffic jump," ujar Arif.

BACA JUGA : Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor, Jalan di Sekitarnya

Bila dikeluhkan timbul kemacetan di Jln. Suprapto, Arif mengatakan jika ada lalu lintas yang tersendat atau macet pihaknya akan melakukan review masalah keluhan kemacetan di Jln. Mataram, Jln Mayor Suryotomo, Jln. Pasar Kembang dan seterusnya. Menurut pandangan Arif langkah yang bisa diambil untuk mengurai kemacetan yakni menambah kapasitas jalan, memperluas jalan, maupun  pemanjangam jalan.

"Kalau bicara pelebaran jalan di Kota Jogja mungkin tapi tidak dalam tempo dekat, [sehingga] kalau secara teknis sistem satu arah itu yang [bisa] dilakukan," ungkapnya.

Ditegaskan Arif sistem jalan satu arah hanya salah satu upaya untuk mengurai kemacetan, selama ini persoalan lali lintas, kepadatan kendaraan harus diurai. Jadi tidak mungkin sistem giratori hanya diterapkan tiga jam saya layaknya Jln. Malioboro.

"Apa iya, lancaranya cuma tiga jam saja, kan enggak mungkin. Justru Kepadatan lalu lintas itu terlepas dari kepadatan Malioboro, bagaimana kelancaran sirkulasi di kawasan Malioboro itu juga lebih nyaman," katanya.

BACA JUGA : Sultan Ingin Masyarakat Terbiasa Masuk Malioboro Jalan Kaki

Sekali lagi Arif menerangkan jika persoalan di Jln. Suprapto adalah perihal psikologis pengendara dan kebiasaan. "Jadi kondisi lalu lintas dengan itu meminimalisir Crossing [lewat sistem satu arah]. Jadi kalau misalnya mau nyeberang enak mau ke kanan atau ke kiri tidak motong jalan, ini simulasi teknis saja terapi memang kalau secara psikologis hanya perlu waktu untuk menyesuaikan," pungkasnya.

Sebelumnya Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan akan melakukan kajian atas keluhan masyarakat tersebut. "Kita cermati, kita kaji keluhan masyarakat itu, kita kaji, sudah ada laporan 6ajg masuk terkait keberatan masyarakat tersebut," ucapnya saat menanggapi adanya demonstrasi penolakan jalan satu arah.