Belasan Pengungsi Merapi Mulai Mengeluh Sakit

Para pengungsi Merapi sedang berada di barak pengungsian - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
23 November 2020 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 14 pengungsi mengeluhkan kesehatan mereka ke tenaga kesehatan yang berjaga di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Senin (23/11/2020).

Koordinator Posko Kesehatan Barak Pengungsian Kalisvia Nurul Lita mengatakan jika 14 pengungsi yang mengeluhkan kesehatan mereka didominasi oleh pengungsi dari kategori lansia.

"Pasien total 14 yang periksa, yang kami tensi seluruhnya 35 pasien," ujar Kalisvia Nurul Lita yang akrab disapa Via pada Senin (23/11/2020).

BACA JUGA: Jejak Macan Tutul Terlihat, Apakah Ini Tanda Merapi Segera Erupsi?

14 pengungsi yang mengeluhkan kesehatan rata-rata mengalami sakit pusing, pegel linu. Oleh karena itu, obat serta fasilitas yang ada di posko kesehatan barak pengungsian balai desa Glagaharjo Cangkringan Sleman masih bisa untuk menangani keluhan pengungsi.

"Hipertensi juga ada tadi beberapa tapi sudah mendapat obat kemarin jadi tinggal mengobservasi. Masih bisa diantisipasi dengan penanganan obat dan nakes yang ada di posko," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan jika penanganan yang dilakukan oleh petugas kesehatan bagi pengungsi yang mengeluhkan soal kesehatannya masih bisa ditangani oleh tenaga kesehatan (nakes) yang ada di pos kesehatan.

"Di sana (barak pengungsian) ada pos kesehatan, lengkap dengan obat-obatan. Cukup ditangani di pos kesehatan yang ada di barak pengungsian. Memang prosedurnya gitu, kalau bisa ditangani di pos kesehatan ya hanya ditangani di pos. Klo gak bisa, dirujuk ke puskesmas atau Rumah Sakit," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Ketersediaan obat juga masih dalam kategori aman. Artinya, stok obat masih memadai untuk mencukupi kebutuhan pengungsi.

"Obat masih sangat memadai. Bahkan, kita tidak mengusulkan pengadaan obat melalui dana tak terduga tanggap darurat merapi. Masih menggunakan obat-obatan reguler dinas kesehatan. Vitamin juga masih banyak," pungkasnya.