Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta (dua dari kanan) saat mengimbau karyawan salah satu warung makan di selatan Pasar Bantul untuk menerapkan protokol kesehatan, Rabu (8/7/2020). /Istimewa-Dokumen Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL- Satuan Polisi Pamong Praja bersama tim gabungan kepolisian, TNI, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan terus menggencarkan operasi penegakan protokol kesehatan Covid-19. Sebab sampai saat ini masih banyak yang melanggar terutama soal masker.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta mengatakan jawatannya mencatat selama sembilan bulan ini terakhir sudah merazia 1.750 orang dalam operasi patuh protokol kesehatan Coronavirus Disease atau Covid-19. Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah remaja dan paling banyak menyasar pengendara kendaraan dan wisatawan di objek wisata.
Pihaknya perlu menggencarkan terus operasi yustisi untuk menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 di Bantul masih belum melandai, “Harapannya dengan menggencarkan operasi yustisi ini masyarakat semakin menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Supaya tidak lalai,” kata Yulius, Rabu (25/11/2020).
Baca juga: Corona di Sleman Meledak 121 Sehari, Didominasi Kasus Lembaga Pendidikan di Gamping
Dia meminta masyarakat sama-sama mematuhi imbauan pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan sebagai tameng Covid-19, minimal dengan selalu mengenakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
Saat ini, kata dia, belum ada tanda-tanda Covid-19 berakhir. Justeru semakin hari semakin ada penambahan angka positif Covid-19. Klaster penularan juga semakin bertambah. Bukan lagi karena bepergian keluar daerah, namun ada klaster perkantoran, klaster lembaga pendidikan berasrama, hingga klaster keluarga.
Baca juga: Warga Jogja Meninggal karena Corona Bertambah, Pemkot Tuding Gara-Gara Komorbid & Stres
Pihaknya selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Bidang Penegakan Hukum tidak akan pernah kendor untuk mengingatkan masyarakat dan melakukan operasi yustisi. “Pokoknya operasi patuh protokol kesehatan ini akan terus kami lakukan,” ucap Yulius.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bantul, angka positif Covid-19 sampai 24 November 2020 mencapai 1.504 orang. Dari jumlah tersebut sembuh 1.241 orang, meninggal dunia 35 orang, dan masih dalam isolasi sebanyak 228 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Prancis hadapi Swedia di 32 besar Piala Dunia 2026, ini prediksi skor dan susunan pemain.
Kasus korupsi laptop Chromebook rugikan negara Rp1,56 triliun, eks Mendikbud divonis 10 tahun penjara.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter meski CPO naik, pemerintah prioritaskan daya beli masyarakat.
Bantul tetapkan siaga darurat kekeringan hingga September, dampak El Nino mulai terasa.